Ternyata Lahan Parkir-Jembatan Cimory Belum Berizin

PRIGEN, Radar Bromo– Ambruknya pagar pengaman di lahan parkir Cimory Dairyland & Resto, Kelurahan/Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, berbuntut. Kamis, Satpol PP Kabupaten Pasuruan langsung turun tangan. Hasilnya, diketahui lokasi ini belum berizin.

Tak hanya mendatangi lokasi pagar pengaman yang ambruk, mereka juga mensurvei titik lainnya di areal wisata baru itu. Serta, menemui pihak manajemen dan perwakilan PT PPA dari Surabaya selaku pelaksana pembangunan lahan parkir yang ambruk.

“Tim kami terjunkan ke lapangan untuk melihat lokasi pagar pengaman parkir yang ambruk. Juga menggali informasi dan keterangan seputar kejadian kepada pihak manajemen dan pelaksana proyek,” ujar Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana.

Sekitar 30 menit mereka berada di lokasi kejadian. Dari sana, aparat penegak peraturan daerah itu kembali ke kantornya di Raci, Kecamatan Bangil. Mereka menggelar rapat dengan intansi terkait di lingkungan Pemkab Pasuruan. Termasuk dengan Dinas Perizinan dan Camat Prigen.

Pertemuan tersebut berlangsung tertutup. Serta, digelar tanpa perwakilan atau manajemen Cimory Dairyland & Resto. “Ada tiga kesimpulan yang diputuskan dari hasil pertemuan yang melibatkan sejumlah OPD dan Camat Prigen. Tentunya tidak sampai pada penutupan operasional Cimory Dairyland & Resto,” ujarnya.

Menurutnya, tiga kesimpulan itu telah disampaikan kepada manajemen Cimory Dairyland & Resto. Di antaranya, lahan parkir yang ambruk berada di lahan belum memiliki izin, begitu juga dengan lahan parkirnya. Termasuk, jembatan penghubung antara dua gedung utama di depan atau sisi sebelah timur.

Karenanya, kemudian ditutup dengan cara dipasangi gari Satpol PP. Serta, PT Cimory Hospitaly Sejahtera selaku pengelola Cimory Dairyland & Resto wajib segera mengurus semua perizinannya. “Banyak pertimbangan, sehingga keluarnya tiga kesimpulan penting tersebut. Selain dari sisi kenyamanan dan keamanan, ada pula sisi lainnya. Seperti investasi, ekonomi, sumber daya manusia, dan tenaga kerja,” jelasnya.

Kamis (9/1) lalu, lokasi parkir seluas sekitar 7.000 meter persegi dan jembatan penghubungnya telah dipasangi garis Satpol PP. Lengkap dengan papan pengumuman peringatannya. “Lokasi yang sudah kami pasang Pol PP line juga ada papan peringatannya. Dilarang untuk pemanfaatan kendaraan, baik pengunjung dan karyawan. Kecuali aktivitas proyek untuk perbaikan lokasi yang ambruk,” ujarnya. (zal/fun)