Dana Reses Dewan Naik Lipat Dua dari Sebelumnya, Dapat Tunjangan Pula yang Nilainya Segini

PROBOLINGGO – Menjelang periode terakhirnya yang berlangsung di tahun ini, anggota legislatif di Kabupaten Probolinggo mendapat tambahan dana untuk reses. Dana reses untuk wakil rakyat ini juga naik dari tahun-tahun sebelumnya. Bahkan kini dewan juga mendapatkan tunjangan reses, yang terbilang juga baru kali ini ada.

Reses itu dimulai awal tahun 2019. Informasinya, nilai angka dana reses anggota DPRD Kabupaten tahun ini naik lipat dua atau 200 persen.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, DPRD Kabupaten Probolinggo sejatinya mendapatkan jatah reses tiga kali dalam setahun. Nilai anggaran untuk sekali reses, sekitar Rp 30 juta, untuk tiap anggota dewan.

Nah, di aturan yang baru, angka itu naik dua kali lipat, dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dana reses yang sebelumnya berjumlah Rp 30 juta, naik menjadi Rp 60 juta untuk tiap satu dewan.

Naiknya dana reses sebesar dua kali lipat itu setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menyesuaikan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017. Dimana, dalam PP tentang hak keuangan dan hak administratif pimpinan dan anggota DPRD itu, ada aturan yang baru soal pelaksanaan reses.

Diantaranya, jumlah peserta atau kursi dalam kegiatan reses dalam aturan baru, bertambah. Dari 500 kursi peserta reses atau konstituen, berubah menjadi 900 kursi peserta reses (orang). Ditambah menyesuaikan nilai anggaran makanan minuman (mamin) reses tahun ini. Sehingga, jatah anggaran dana reses pun ditambah.

Disamping itu, selain ada reses, dewan juga mendapat tunjangan. Tahun ini, tunjangan reses bagi anggota DPRD Kabupaten berkisar Rp 10,5 juta tiap dewan.

Adanya kenaikan dana reses plus tunjangan itu, dibenarkan sejumlah wakil rakyat di DPRD Kabupaten Probolinggo. Mereka juga membenarkan bahwa dewan juga mendapat tunjangan reses.

”Iya mas, tahun ini reses ada tunjangannya. Yaitu sekitar Rp 10 juta, tapi masih dipotong pajak. Tapi, tunjangan reses ini sudah mulai diberi Desember 2018 kemarin,” kata salah satu anggota DPRD Kabupaten Probolinggo yang enggan disebutkan namanya.

Disinggung soal jatah dana reses tahun ini? Dewan yang kembali maju nyaleg dalam pemilihan legislatif (pileg) tahun ini mengaku ada kenaikan nilai dana reses. Dimana, tahun ini dapat anggaran dana reses Rp 60 juta untuk sekali reses. Kalau tahun sebelumnya, hanya Rp 30 juta. Tetapi, jumlah kursi atau peserta reses yang dihadirkan juga bertambah, dari 500 orang menjadi 900 orang.

”Reses tahun ini hanya dua kali. Kalau tahun kemarin 3 kali. Mungkin karena ditambah nilai anggarannya,” ujarnya.

Sementara itu, H.A Musayyib Nahrawi selaku wakil ketua DPRD Kabupaten Probolinggo saat dikonfirmasi membenarkan ada tambahan dana reses. Dimana, dirinya yang dapat jadwal reses sejak tanggal 7 sampai 12 Januari, dapat dana reses Rp 60 juta.

Musayyib juga mengiyakan bahwa dana reses Rp 60 juta itu untuk 900 orang. Berbeda dengan tahun kemarin, dana reses Rp 30 juta hanya untuk 500 orang. Apalagi, tahun ini reses hanya diadakan dua kali, bukan tiga kali lagi.

”Sebenarnya dana reses Rp 60 juta, dengan harus hadirkan 900 orang itu tidak cukup. Bayangkan saja, saya untuk sound sistem dan tarop saja sudah Rp 6 juta. belum makan dan lain-lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo, Santiyono saat dikonfirmasi, ikut membenarkan ada kenaikan nilai dana reses untuk anggota dewan. Tetapi, penambahan itu juga diimbangi dengam bertambahnya jumlah peserta reses yang harus dihadirkan.

”Tahun kemarin ini, dana reses untuk tiap anggota dewan 30 juta dengan peserta 500 orang. kalau tahun in, 60 juta untuk 900 orang. Menyesuaikan biaya mamin. Kalau dulu, tiga kali reses. Tapi sekarang dua kali reses,” terangnya. (mas/fun)