Radar Bromo

Pengedar Pil asal Maron Dibekuk di Warung Kopi

PAJARAKAN, Radar Bromo – Lutfi, 30, warga Pegalangan Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo kini meringkuk dibalik jeruji besi. Penyebabnya, ia diduga menjadi pengedar pil sediaan farmasi tanpa izin.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, ia diamankan saat berada di warung kopi di Desa Alassapi, Kecamatan Banyuanyar. Ia ditangkap tanpa perlawanan oleh pihak kepolisian.

Iptu Sujilan Kasatreskoba Polres Probolinggo mengatakan, penangkapan terhadap pelaku dilakukan berdasarkan laporan masyarakat. Masyarakat mengaku resah dengan beredarnya penjualan pil sediaan farmasi secara ilegal. Karena itu, pihaknya melakukan penyelidikan.

“Kami selidiki ternyata ada yang mengedarkan. Kemudian kami lakukan rencana penangkapan,” ujar Sujilan saat dikonfirmasi.

Menurut Sujilan, pelaku dibekuk setelah sebelumnya diintai petugas. Setelah pelaku terlihat, petugas mendatangi dan langsung melakukan penangkapan. “Setelah ditangkap, pelaku langsung diperiksa dan kemudian kami bawa ke mapolres,” ungkapnya.

Selain berhasil mengamankan pelaku, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan barang bukti. Yaitu 6 paket pil, tang tiap paket berisi 4 butir dengan jumlah keseluruhan 24 butir pil warna putih jenis trihexyphenidyl; 10 paket pil tiap paket berisi 8 butir pil warna kuning jenis dextromethorphan; uang tunai sebesar Rp 44.000; 1 buah kresek warna hitam; dan juga ponsel warna putih.

“Kami amankan semua dan saat ini ada di mapolres,” katanya. Karena perbuatannya itu pelaku dijerat dengan pasal 197 sub pasal 196 UU RI No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Pihaknyapun, saat ini memburu penyuplay pil itu. “Suplayernya dari luar daerah. Ini kami berusaha untuk mengungkapnya,” terangnya. (sid/fun)