PDIP-Nasdem Merapat ke Hanura, Sepakat Bentuk Fraksi Gabungan

GADINGREJO, Radar Bromo – Dilema pilihan PDIP dan Partai Nasdem untuk membentuk fraksi di dewan akhirnya terjawab. Dua partai politik itu telah memutuskan untuk merapat ke Partai Hanura untuk membentuk fraksi gabungan.

PDIP dan Partai Nasdem memang tak bisa membangun fraksi sendiri. Sebab jumlah kursi yang diperoleh dari hasil Pileg 2019 lalu, cukup minim. PDIP hanya memiliki dua kursi. Masing-masing diisi oleh Suharsono dan Muhammad Arief. Sedangkan Partai Nasdem hanya punya satu kursi, yakni Hasyim Asyari.

Syarat pembentukan fraksi di DPRD Kota Pasuruan sendiri minimal beranggotakan tiga orang. Partai Hanura yang telah memenuhi syarat tersebut nampaknya enggan menutup diri. Hingga kemudian PDIP dan Partai Nasdem merapat untuk membentuk fraksi gabungan.

“Hanura bisa membentuk fraksi sendiri. Tapi kami sepakat bergabung dengan PDIP dan Nasdem,” kata Ketua DPC Partai Hanura Kota Pasuruan, Farid Misbah dalam acara Konsolidasi Partai Hanura, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, bergabungnya dua parpol dengan Hanura itu hasil dari proses panjang yang selama ini berjalan. Farid juga menyebut, bergabungnya tiga parpol membentuk fraksi itu dilandasi kesamaan pandangan.

“Kalau maksimal bisa kenapa harus minimal. Hanura menunjukkan walaupun kita bs bentu fraksi sendiri bukan lantas menutup diri,” ujarnya.

Disamping itu, ketiga parpol juga telah menyepakati komposisi fraksi yang akan disetorkan ke pimpinan sementara DPRD. Posisi ketua fraksi akan diberikan kepada Partai Hanura yang memiliki kursi terbanyak. Sedangkan anggota dewan dari PDIP akan menjadi wakil ketua fraksi. Dan posisi sekretaris akan diisi oleh Hasyim Asyari dari Partai Nasdem.

“Kami sudah mempertimbangkannya secara matang. Dan saya rasa itu sudah proporsional,” pungkasnya. (tom/fun)