584 Calon Keluarga Penerima Manfaat di Kota Pasuruan Tak Penuhi Syarat

PURWOREJO, Radar Bromo – Data calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masuk dalam kuota tambahan bantuan PKH untuk Kota Pasuruan, rampung divalidasi. Hasilnya, separo lebih atau 584 calon KPM bakal dicoret.

Mereka bakal dicoret, sebab berdasarkan hasil validasi, tak memenuhi ketentuan sebagai penerima bantuan sosial PKH dari Kemensos.

Kabid Perlindungan Jaminan Sosial di Dinas Sosial Kota Pasuruan Sugianto mengatakan, proses validasi telah berlangsung dua pekan terakhir. “Data yang divalidasi sebanyak 1.149 calon KPM, dicocokkan dengan komponen penerima bansos,” ungkap dia.

Ribuan calon KPM tersebut tersebar di empat kecamatan. Rinciannya, 282 KPM di kecamatan Gadingrejo, 221 KPM di Kecamatan Purworejo, 141 di Kecamatan Bugul Kidul, dan 505 di Kecamatan Panggungrejo.

Mereka semua diverifikasi, apakah berhak menerima PKH tambahan atau tidak. Dikatakan berhak, jika memenuhi persyaratan sebagai komponen penerima. Di antaranya, ibu hamil, anak sekolah, dan ada anggota keluarga lansia atau disabilitas.

“Dan hasil dari validasi, sebanyak 565 eligible atau berhak menerima bansos. Sedangkan 584 dinyatakan noneligible atau tidak berhak,” ujarnya.

Sugianto menyebut, hasil validasi itu telah dilaporkan ke Kemensos melalui aplikasi e-PKH. Dan saat ini pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari Kemensos.

Jika data yang dilaporkan itu telah valid, akan dilanjutkan dengan diterbitkannya surat perintah pencairan dana (SP2D). “Untuk penyalurannya berlaku pada tahun 2020. Bantuan mulai dicairkan pada tahap pertama,” pungkasnya. (tom/hn/fun)