alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Temukan Hewan Kurban Tak Penuhi Syarat Dijual di Kota Probolinggo

KEDOPOK, Radar Bromo – Jumlah pedagang hewan kurban di Kota Probolinggo, tahun ini jauh lebih banyak dibanding tahun 2018. Pada 2018 hanya ada 38 titik penjualan, tahun ini mencapai 54 titik. Jumlah hewan yang dijual pun meningkat lipat dua.

Pada 2018, ada 888 ekor hewan kurban yang dijual. Baik berupa sapi, kambing, dan domba. Tahun ini, meningkat ada 1.549 ekor. Puluhan tempat penjualan hewan ini pun telah dipantau oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Probolinggo.

“Ada 54 titik penjualan yang telah kami tandai sebagai lokasi yang telah dipantau oleh tim keswan (kesehatan hewan). Selama 10 hari kemarin, tim turun ke lokasi penjualan untuk memeriksa hewan kurban,” ujar Plt Kepala DPKP Kota Probolinggo Sudiman, Kamis (8/8).

Kondisi hewan yang dijual di 54 titik itu, juga telah diperiksa kesehatannya. Hewan kurban yang sakit juga diberi obat. “Untuk hewan kurban yang belum cukup umur, kami sarankan agar tidak dijual. Masyarakat sebaiknya membeli hewan kurban di tempat-tempat yang telah bertanda dari DPKP. Sehingga, ada kepastian dari segi kesehatannya,” ujarnya.

Sudiman mengatakan, setelah Idul Adha, pihaknya juga akan memeriksa daging hewan kurban yang telah dipotong. “Kalau belum dipotong seperti ini belum bisa dipastikan kondisinya, apakah ada cacing atau tidak,” ujarnya ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Wakil Wali Kota Probolinggo Moch. Soufis Subri.

Subri meminta pedagang memperhatikan syarat-syarat hewan kurban sesuai syariat Islam. “Kami menemukan hewan kurban belum cukup umur. Ada juga yang mengidap penyakit mulut dan mata, tapi sudah diobati oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Yang sakit mata sudah sembuh, yang sakit mulut harus disingkirkan biar tidak dijual ke masyarakat. Kami akan terus memantau. Masih ada waktu tiga hari agar masyarakat terlindungi membeli hewan kurban,” ujarnya.

Sementaa itu, Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Probolinggo K.H. Dofir Dimyati juga meminta masyarakat memastikan kondisi hewan kurban telah memenuhi syarat syar’i sebagai hewan kurban. (put/rud)

KEDOPOK, Radar Bromo – Jumlah pedagang hewan kurban di Kota Probolinggo, tahun ini jauh lebih banyak dibanding tahun 2018. Pada 2018 hanya ada 38 titik penjualan, tahun ini mencapai 54 titik. Jumlah hewan yang dijual pun meningkat lipat dua.

Pada 2018, ada 888 ekor hewan kurban yang dijual. Baik berupa sapi, kambing, dan domba. Tahun ini, meningkat ada 1.549 ekor. Puluhan tempat penjualan hewan ini pun telah dipantau oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Probolinggo.

“Ada 54 titik penjualan yang telah kami tandai sebagai lokasi yang telah dipantau oleh tim keswan (kesehatan hewan). Selama 10 hari kemarin, tim turun ke lokasi penjualan untuk memeriksa hewan kurban,” ujar Plt Kepala DPKP Kota Probolinggo Sudiman, Kamis (8/8).

Kondisi hewan yang dijual di 54 titik itu, juga telah diperiksa kesehatannya. Hewan kurban yang sakit juga diberi obat. “Untuk hewan kurban yang belum cukup umur, kami sarankan agar tidak dijual. Masyarakat sebaiknya membeli hewan kurban di tempat-tempat yang telah bertanda dari DPKP. Sehingga, ada kepastian dari segi kesehatannya,” ujarnya.

Sudiman mengatakan, setelah Idul Adha, pihaknya juga akan memeriksa daging hewan kurban yang telah dipotong. “Kalau belum dipotong seperti ini belum bisa dipastikan kondisinya, apakah ada cacing atau tidak,” ujarnya ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Wakil Wali Kota Probolinggo Moch. Soufis Subri.

Subri meminta pedagang memperhatikan syarat-syarat hewan kurban sesuai syariat Islam. “Kami menemukan hewan kurban belum cukup umur. Ada juga yang mengidap penyakit mulut dan mata, tapi sudah diobati oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Yang sakit mata sudah sembuh, yang sakit mulut harus disingkirkan biar tidak dijual ke masyarakat. Kami akan terus memantau. Masih ada waktu tiga hari agar masyarakat terlindungi membeli hewan kurban,” ujarnya.

Sementaa itu, Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Probolinggo K.H. Dofir Dimyati juga meminta masyarakat memastikan kondisi hewan kurban telah memenuhi syarat syar’i sebagai hewan kurban. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/