Dua Kali Penalti Gagal, Persekabpas Hanya Menang Tipis

BANGIL–Persekabpas Pasuruan akhirnya mengunci satu tiket untuk bisa lolos ke putaran berikutnya. Tiket itu diraih setelah kemenangan tipis 1-0 tuan rumah atas Malang United Kamis sore (9/8).

Gol semata wayang itu diraih oleh stiker andalan Persekabpas Pasuruan, Rico Hardiansyah memasuki masa injury time. Memanfaatkan bola ribon, striker bernomor punggung 9 itu berhasil melesatkan bola hingga bersarang ke jala gawang.

Jalannya laga yang disaksikan 1.000 lebih penonton itu, berlangsung sengit. Sejak menit-menit awal, The Lassak tampil menggeberak. Serangan demi serangan yang dibangun Rico cs, membuat kualahan tim tamu.

Namun, hingga mendekati babak akhir pertandingan, tak ada satu pun gol yang tercipta. Asa itu baru muncul, ketika tendangan keras ke arah gawang Malang United, tak mampu dihalau dengan baik oleh Firli Bagus Rahmanda.
Bola mental itu dekat dengan Rico. Melihat peluang di depan mata, Rico tak menyia-nyiakan kesempatan. Ia pun menyontekkan bola. Hingga jala gawang lawan bergetar. Sorak-sorai penonton di Stadion R Soedrasono bergemuruh. Gemuruh tribun tersebut, diikuti dengan peluit panjang yang dibunyikan wasit. Hingga babak pertama berakhir, kedudukan 1-0 tak berubah.

Unggul satu gol, tak serta merta membuat tim Persekabpas mengendorkan semangatnya. Serangan semakin gencar dilakukan Rico cs. Pelanggaran terhadap pemain belakang Persekabpas Pasuruan, Arif, sempat membuat penonton berdebar-bedar.

TEMPEL KETAT:Pemain Malang United (kostum putih) menjaga pemain Persekabpas dalam laga Kamis (9/8) sore. (M ZUbaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Rico yang mendapatan tendangan bebas, melesatkan tendangan kerasnya dari jarak 25 meter sisi kiri gawang. Tendangannya melengkung. Sayang, bola tersebut masih bisa diantisipasi penjaga gawang Malang United.

Asa Persekabpas untuk bisa menambah gol, baru benar-benar membumbung ketika wasit menunjuk titik putih di menit ke 73. Handball pemain belakang Malang United, membuat wasit menghadiahi penalti untuk Persekabpas.

Nofi Atmaja menjadi algojo bola 12 pas. Usai peluit berbunyi, pemain bernomor punggung 19 ini, langsung melesatkan bola ke arah gawang. Sayang, tendangannya terbaca penjaga gawang Malang United. Skor tak berubah, 1-0 untuk Persekabpas.

Kesalahan yang dibuat Nofi itu, nyaris ditebusnya di menit ke 76. Umpan crossing dari sayap kanan, disambut dengan heading. Bola yang melambung itu, dikejar dan disundulnya.

Perebutan bola terjadi. Hingga wasit menganggap penjaga gawang Malang United, Firli melakukan pelanggaran. Wasit pertandingan Farid Riesdianto kembali menunjuk titik putih. Kali ini, tendangan 12 pas itu, diambil alih oleh Dino Baggio.

Pemain bernomor punggung 11 ini, melepaskan bola ke sisi kanan penjaga gawang. Rupanya, bola itu terbaca oleh Firli. Lagi-lagi Firli menjadi penyelamat bagi timnya untuk kebobolan kedua kalinya.

Skor tak berubah, 1-0 masih untuk Persekabpas. Tak ingin terus diserang, Malang United berusaha untuk mengembalikan keadaan. Kondisi berbalik, di menit-menit akhir pertandingan. Beberapa percobaan dilesatkan tim Malang United. Namun, hingga wasit meniup peluit, tidak ada lagi gol yang tercipta.

Skor 1-0 itu bertahan hingga babak kedua berakhir. Kemenangan itu, membuat Pelatih Persekabpas Pasuruan, Kasianto semringah. Ia mengaku puas dengan hasil yang didapatkan anak asuhnya. “Alhamdulillah, sesuai dengan target kami. Yakni, bisa menang,” sampainya.

Berbeda dilontarkan pelatih Malang United, Rochmad Santoso. Ia mengaku, kecewa dengan penampilan anak asuhnya. Faktor psikologi atas kekalahan melawan Blitar Putra, dinilainya menjadi salah satu penyebabnya.
“Permainan anak-anak jauh dari harapan. Mungkin, habis kalah kemarin. Sehingga psikologi mereka masih down,” ungkapnya. (one/fun)