TNBTS Tunggu Rekomendasi Bromo Dibuka, Bisa Pekan Kedua Juli Ini

LEVEL INTERNASIONAL: Keindahan Bromo saat pagi hari. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru kini menunggu rekomendasi dari 4 daerah, sebelum benar-benar membuka wisata ini. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

SUKAPURA, Radar Bromo – Rencana dibukanya kembali wisata Gunung Bromo, terus dimatangkan. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menargetkan, rekomendasi pembukaan destinasi nasional itu terbit pada minggu kedua bulan ini.

Rekomendasi tersebut akan dikeluarkan pemerintah daerah yang berada di empat wilayah kawasan TNBTS. Hal ini diperlukan sebagai bahan pertimbangan berkaitan dengan kondisi terkini perkembangan Covid-19 di daerah masing-masing.

“Kami coba komunikasikan dan koordinasikan pembukaan wisata kepada bupati di empat wilayah. Yakni, Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Tanpa adanya rekomendasi, tidak bisa direalisasikan,” ujar Kasubbag Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan Balai Besar TNBTS Syarif Hidayat.

Karenanya, TNBTS akan berkunjung ke empat wilayah tersebut secara bergiliran. Tujuannya, meminta pertimbangan dan mengetahui kondisi terkini sebelum wisata benar-benar dibuka untuk umum. Dari hasil kunjungan, akan diambil sebuah keputusan apakah akan dibuka ataukah ditunda. “Rekomendasi pembukaan Gunung Bromo, kami lakukan dengan segera. Namun, kami targetkan minggu ini (minggu kedua bulan Juli) sudah terkumpul,” harapnya.

Syarif menjelaskan, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan sebelum Gunung Bromo dibuka untuk umum. Setelah adanya rekomendasi dibukanya wisata, terlebih dahulu akan dilakukan sosialisasi. Setelah sosialisasi dilanjutkan simulasi pembukaan wisata.

Dalam proses simulasi, kemudian akan dilakukan evaluasi secara ketat. Tingkat ketertiban wisatawan dijadikan pertimbangan untuk lanjutan pembukaan destinasi wisata. “Ke depan akan dibentuk tim yang anggotanya Balai Besar TNBTS dan stakeholder yang ada. Ini juga akan dilakukan evaluasi setiap minggu,” jelasnya.

Pada tahap awal pembukaan, kuota pengunjung akan dibatasi. Setiap pengunjung juga harus menerapkan protokol kesehatan. “Jumlah pengunjung akan dibatasi 20 persen dari total pengunjung saat waktu normal. Upaya ini dilakukan secara bertahap setelah rekomendasi turun,” ujar Syarif. (ar/rud/fun)