alexametrics
24.4 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Jambret HP lalu Terjatuh usai Dikejar, Alasan Pria Ini Bikin Miris

DRINGU, Radar Bromo – Aksi perampasan handphone yang dilakukan Muhammad Fahri, 32, Rabu (8/7) berhasil digagalkan. Pelaku yang berasal Desa/Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, itu berhasil diamankan di Jalan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Pelaku terjatuh setelah dikejar oleh polisi dan warga.

Fahri diketahui merampas handphone milik MTK, 12, di tepi jalan Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Pelajar kelas VI SD itu berusaha mengejar pelaku saat tahu handphone-nya dirampas. Namun, karena masih kecil, korban MTK terjatuh dan sempat terseret pelaku saat melarikan diri naik motor.

”Insiden perampasan itu terjadi sekitar pukul 08.30 di depan rumah kakeknya. Korban yang berasal dari Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, saat itu berkunjung ke rumah kakeknya,” kata Kapolsek Dringu AKP Taufik melalui Kanitreskrim Bripka Fajar Prajawanto.

Kanitreskrim menjelaskan, pelaku Fahri yang mengendarai motor Supra nopol L 4806 QG tiba-tiba memarkirkan motornya di tepi jalan. Kemudian, pelaku menghampiri korban MTK yang sendirian tengah asyik bermain game dengan handphone di teras rumah kakeknya. Tanpa basa-basi, pelaku merampas handphone korban dan kabur.

”Korban sempat mengejar dan menarik sepeda motor pelaku. Tapi, karena masih kecil, korban sempat terseret dan terjatuh. Akibatnya, korban alami luka sobek di bagian tangan kanannya karena terjatuh,” ungkapnya.

Kanitreskrim menambahkan, saat kejadian itu ada warga yang mengetahui dan langsung mengejar pelaku. Kebetulan, ada anggota opsnal yang melintas mengetahui ada jambret, ikut melakukan pengejaran. Hingga akhirnya, pelaku berhasil diamankan di Jalan Mangunharjo, Mayangan, Kota Probolinggo.

”Pelaku berhasil diamankan setelah terjatuh dari motornya. Anggota dan warga sempat melakukan kejar-kejaran. Pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukuman maksimal selama 9 tahun penjara,” tegasnya.

Sementara itu, Fahri saat ditanya mengaku dirinya nekat merampas handphone. Alasannya, bapaknya di Papua, ingin pulang dan butuh biaya. Dirinya yang tiap harinya kerja tukang pasang stiker, tidak punya uang Rp 3 juta yang dibutuhkan orang tuanya. Sehingga, muncul niat merampas handphone saat melintas di jalan desa itu.

”Saya kira, anak kecil itu tidak melawan atau mengejar saat handphone-nya diambil. Ternyata, anak kecil itu berlari mengejar saya,” ujarnya. (mas/fun)

DRINGU, Radar Bromo – Aksi perampasan handphone yang dilakukan Muhammad Fahri, 32, Rabu (8/7) berhasil digagalkan. Pelaku yang berasal Desa/Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, itu berhasil diamankan di Jalan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Pelaku terjatuh setelah dikejar oleh polisi dan warga.

Fahri diketahui merampas handphone milik MTK, 12, di tepi jalan Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Pelajar kelas VI SD itu berusaha mengejar pelaku saat tahu handphone-nya dirampas. Namun, karena masih kecil, korban MTK terjatuh dan sempat terseret pelaku saat melarikan diri naik motor.

”Insiden perampasan itu terjadi sekitar pukul 08.30 di depan rumah kakeknya. Korban yang berasal dari Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, saat itu berkunjung ke rumah kakeknya,” kata Kapolsek Dringu AKP Taufik melalui Kanitreskrim Bripka Fajar Prajawanto.

Kanitreskrim menjelaskan, pelaku Fahri yang mengendarai motor Supra nopol L 4806 QG tiba-tiba memarkirkan motornya di tepi jalan. Kemudian, pelaku menghampiri korban MTK yang sendirian tengah asyik bermain game dengan handphone di teras rumah kakeknya. Tanpa basa-basi, pelaku merampas handphone korban dan kabur.

”Korban sempat mengejar dan menarik sepeda motor pelaku. Tapi, karena masih kecil, korban sempat terseret dan terjatuh. Akibatnya, korban alami luka sobek di bagian tangan kanannya karena terjatuh,” ungkapnya.

Kanitreskrim menambahkan, saat kejadian itu ada warga yang mengetahui dan langsung mengejar pelaku. Kebetulan, ada anggota opsnal yang melintas mengetahui ada jambret, ikut melakukan pengejaran. Hingga akhirnya, pelaku berhasil diamankan di Jalan Mangunharjo, Mayangan, Kota Probolinggo.

”Pelaku berhasil diamankan setelah terjatuh dari motornya. Anggota dan warga sempat melakukan kejar-kejaran. Pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukuman maksimal selama 9 tahun penjara,” tegasnya.

Sementara itu, Fahri saat ditanya mengaku dirinya nekat merampas handphone. Alasannya, bapaknya di Papua, ingin pulang dan butuh biaya. Dirinya yang tiap harinya kerja tukang pasang stiker, tidak punya uang Rp 3 juta yang dibutuhkan orang tuanya. Sehingga, muncul niat merampas handphone saat melintas di jalan desa itu.

”Saya kira, anak kecil itu tidak melawan atau mengejar saat handphone-nya diambil. Ternyata, anak kecil itu berlari mengejar saya,” ujarnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/