alexametrics
25 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Pemilu Sudah Berakhir, Masyarakat Harus Guyub Kembali

PASURUAN – Hajatan besar Pemilu 2019 telah rampung. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan GP Ansor Kota Pasuruan pun meminta masyarakat kembali guyub. Tidak lagi larut dalam aksi dukung-mendukung pasangan calon.

Ketua FKUB Kota Pasuruan KH Ali Iqbal meminta masyarakat Kota Pasuruan tetap menjaga suasana kondusif pasca Pemilu 2019. Ia pun mengimbau agar masyarakat bersabar menanti keputusan resmi dari KPU.

Selain itu, Kiai Iqbal juga menekankan agar masyarakat bisa menerima siapapun pasangan capres dan cawapres terpilih nantinya. “Marilah kita bersama menerima siapapun yang ditakdirkan Allah sebagai pemimpin negara ini. Dan, menghormati sebagai presiden kita bersama, Presiden Indonesia,” ujarnya.

Dia juga berterima kasih kepada seluruh petugas yang telah menyukseskan Pemilu 2019 di Kota Pasuruan. Baik dari unsur KPU maupun aparat keamanan yang terdiri atas TNI dan Polri. Sehingga, pelaksanaan Pemilu 2019 di Kota Pasuruan dapat berjalan lancar, tertib, aman, dan damai.

“Baik penyelenggara dan petugas keamanan, telah bekerja sepenuh hati. Mudah-mudahan kerja mereka dicatat sebagai ibadah,” katanya kala bertandang ke kantor KPU Kota Pasuruan, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kota Pasuruan Achmad Ridhoi meminta agar masyarakat kembali bersatu dan melupakan beda pilihan saat Pemilu 2019. Menurutnya, Pemilu 2019 di Kota Pasuruan berjalan lancar dan damai. Ia pun berharap agar tensi politik yang sedang panas di Ibu Kota Jakarta, tidak berimbas di daerah.

“Pemilu sudah berjalan lancar dan tanpa hambatan. Kami harap situasi yang sedang terjadi di Jakarta tidak berpengaruh di Kota Pasuruan. Kini saatnya kita kembali menjadi satu,” ungkapnya.

Ridhoi –panggilannya- mengatakan, masyarakat seharusnya tidak lagi meributkan hasil Pemilu. Ia memastikan, KPU RI memiliki wasit, sehingga mereka bakal netral. Ia pun meminta masyarakat dan simpatisan pasangan calon (paslon) untuk menahan diri sampai ada keputusan dari KPU.

Katanya, ada yang lebih penting dari sekadar mengurus kecurangan, maupun hasil paslon yang menang dalam pilpres tersebut. Yakni, masyarakat harus menghormati seluruh penyelenggara pemilu. Mulai dari tingkat desa/kelurahan sampai pusat.

“Linmas, Polri, TNI, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), maupun KPU telah bekerja keras. Seharusnya masyarakat mengapresiasi jasa dan kerja mereka yang terlibat dalam Pemilu. Sehingga Pemilu dapat berjalan jujur, aman, demokratis, transparan, dan tanpa kecurangan,” tuturnya.

Sekadar diketahui, pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf unggul atas Prabowo-Sandi di Kota Pasuruan. Dari hasil rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan KPU Kota Pasuruan, perolehan suara Jokowi-Ma’ruf sebanyak 71.351 suara. Sementara Prabowo-Sandi meraup 53.943 suara. (tom/riz/fun)

PASURUAN – Hajatan besar Pemilu 2019 telah rampung. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan GP Ansor Kota Pasuruan pun meminta masyarakat kembali guyub. Tidak lagi larut dalam aksi dukung-mendukung pasangan calon.

Ketua FKUB Kota Pasuruan KH Ali Iqbal meminta masyarakat Kota Pasuruan tetap menjaga suasana kondusif pasca Pemilu 2019. Ia pun mengimbau agar masyarakat bersabar menanti keputusan resmi dari KPU.

Selain itu, Kiai Iqbal juga menekankan agar masyarakat bisa menerima siapapun pasangan capres dan cawapres terpilih nantinya. “Marilah kita bersama menerima siapapun yang ditakdirkan Allah sebagai pemimpin negara ini. Dan, menghormati sebagai presiden kita bersama, Presiden Indonesia,” ujarnya.

Dia juga berterima kasih kepada seluruh petugas yang telah menyukseskan Pemilu 2019 di Kota Pasuruan. Baik dari unsur KPU maupun aparat keamanan yang terdiri atas TNI dan Polri. Sehingga, pelaksanaan Pemilu 2019 di Kota Pasuruan dapat berjalan lancar, tertib, aman, dan damai.

“Baik penyelenggara dan petugas keamanan, telah bekerja sepenuh hati. Mudah-mudahan kerja mereka dicatat sebagai ibadah,” katanya kala bertandang ke kantor KPU Kota Pasuruan, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kota Pasuruan Achmad Ridhoi meminta agar masyarakat kembali bersatu dan melupakan beda pilihan saat Pemilu 2019. Menurutnya, Pemilu 2019 di Kota Pasuruan berjalan lancar dan damai. Ia pun berharap agar tensi politik yang sedang panas di Ibu Kota Jakarta, tidak berimbas di daerah.

“Pemilu sudah berjalan lancar dan tanpa hambatan. Kami harap situasi yang sedang terjadi di Jakarta tidak berpengaruh di Kota Pasuruan. Kini saatnya kita kembali menjadi satu,” ungkapnya.

Ridhoi –panggilannya- mengatakan, masyarakat seharusnya tidak lagi meributkan hasil Pemilu. Ia memastikan, KPU RI memiliki wasit, sehingga mereka bakal netral. Ia pun meminta masyarakat dan simpatisan pasangan calon (paslon) untuk menahan diri sampai ada keputusan dari KPU.

Katanya, ada yang lebih penting dari sekadar mengurus kecurangan, maupun hasil paslon yang menang dalam pilpres tersebut. Yakni, masyarakat harus menghormati seluruh penyelenggara pemilu. Mulai dari tingkat desa/kelurahan sampai pusat.

“Linmas, Polri, TNI, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), maupun KPU telah bekerja keras. Seharusnya masyarakat mengapresiasi jasa dan kerja mereka yang terlibat dalam Pemilu. Sehingga Pemilu dapat berjalan jujur, aman, demokratis, transparan, dan tanpa kecurangan,” tuturnya.

Sekadar diketahui, pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf unggul atas Prabowo-Sandi di Kota Pasuruan. Dari hasil rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan KPU Kota Pasuruan, perolehan suara Jokowi-Ma’ruf sebanyak 71.351 suara. Sementara Prabowo-Sandi meraup 53.943 suara. (tom/riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/