Dewan Berharap Pembangunan RSUD Baru di Probolinggo Tak Tender Ulang

KANIGARAN, Radar Bromo – Komisi III DPRD Kota Probolinggo berharap lelang manajemen konstruksi (MK) RSUD baru tidak ada tender ulang. Sehingga, pembangunan bisa dilakukan tepat waktu pada Juni 2020.

Agus Rianto, ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo mengatakan, pihaknya optimistis pembangunan RSUD baru bisa dilakukan pada Juni 2020. Dengan syarat, tidak ada tender ulang dalam proses lelang MK.

“Asalkan MK tidak tender ulang, maka dua bulan atau April bisa selesai untuk MK. Lalu bulan Mei sampai Juni bisa untuk persiapan lelang pembangunan konstruksinya. Dan Juni bisa mulai dilakukan untuk pembangunannya,” ujarnya.

Saat ini rencananya pembangunan RSUD baru itu memang sampai pada tahap seleksi dokumen lelang MK RSUD. Jika lelang MK selesai, baru lelang pembangunan konstruksi RSUD baru bisa dilakukan.

Pembangunan RSUD baru di wilayah selatan Kota Probolinggo ini masuk dalam proyek strategis nasional. Bahkan, telah masuk dalam Perpres Nomor 80 Tahun 2019.

Meski masuk proyek strategis nasional, Agus mengingatkan agar Pemkot Probolinggo tidak mengabaikan program fisik lain di kota. Sebab, cukup banyak proyek fisik yang perlu mendapat perhatian dari Pemkot Probolinggo. Termasuk pembangunan fisik yang belum selesai di tahun 2019.

“Pembangunan RSUD baru dilakukan saja, tapi jangan sampai mengabaikan proyek fisik lain. Seperti Pembangunan Pasar Baru dan alun-alun juga perlu diperhatikan,” ujar Agus.

Politisi PDIP ini melihatkan, sebelum dilakukan pengembangan RSUD sesuai Perpres, Pemkot Probolinggo diwajibkan membangun RSUD baru terlebih dahulu dengan anggaran dari daerah. Baru pengembangan RSUD dianggarkan sebesar Rp 195 miliar yang masuk dalam Perpres.

“Itu pun kebutuhan anggaran pembangunan RSUD baru totalnya sampai Rp 400 miliar. Kekurangannya bagaimana? tahun ini Rp 30 miliar dari APBD dianggarkan. Yang perlu diperhatikan adalah di APBD 2021 nanti,” terangnya.

Apakah pada APBD 2021 nanti juga ada anggaran untuk pembangunan RSUD baru itu. Serta bagaimana proporsi anggaran untuk program lain, ini yang menurut Agus jangan sampai terabaikan. Seperti pembangunan pasar dan anggaran kesehatan. (put/hn)