Siswa SDN Gunggungan Lor Sementara Belajar Pakai Tenda usai Atap Sekolah Ambrol

PAKUNIRAN, Radar Bromo – Ambrolnya atap SDN Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, yang ambruk Sabtu (4/1), membuat khawatir siswa. Agar tak diliputi keresahan selama kegiatan belajar mengajar (KBM), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendirikan tenda darurat.

Tenda tersebut didirikan sebagai ruang kelas sementara untuk kelas yang asbesnya ambrol. Tujuannya, untuk memberikan kenyamanan dalam KBM. BPBD memasang tenda sejak Sabtu (4/1).

Anggit Hermanuadi, kepala Pelaksana BPBD setempat mengatakan, pihaknya melakukan pemasangan tenda karena melihat kondisi kelas yang membahayakan. Masih ada asbes yang menggantung. Sehingga, ketika kelas itu digunakan sebagai ruang belajar akan membahayakan.

“Beberapa hari lalu atap ruang kelas SDN Gunggungan Lor ambruk, saat siswa sudah pulang sekolah. Karena itu, kemudian kami memasang tenda,” katanya, saat ditemui kemarin (8/1).

Tenda tersebut dipasang selama rehab kelas dilakukan. Pihak sekolah membutuhkan tenda untuk menampung siswa sementara. Ada sekitar tiga tenda yang dipasang oleh pihaknya.

SEMENTARA: Tenda ini tetap digunakan sampai rehab ruangan selesai. (Foto M Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

 

“Semoga dengan adanya pemasangan tenda ini, belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar. Tentunya, ini tidak diharapkan. Karena itu, semoga cepat terselesaikan rehabnya,” katanya.

Sementara itu, Andri, kepala SDN Gunggungan Lor mengatakan, rusaknya ruang kelas yang agak parah itu ada di kelas IV. Kerusakan atap tersebut terjadi sudah sejak beberapa bulan lalu. Puncaknya, pada hujan deras yang disertai angin kencang pada awal Januari lalu.

“Untuk kelas IV kami pindahkan ke kelas III. Tujuannya, agar kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan,” ungkapnya.

Namun, kelas III sendiri cukup mengkhawatirkan juga. Karena itu, lantas dengan adanya tenda dari BPBD tersebut, pihaknya sangat bersyukur. Murid-muridnya bisa belajar dengan tenang.

“Tapi, di kelas III kami masih khawatir, takut eternitnya ambruk juga. Makanya, dengan adanya bantuan tenda dari BPBD Probolinggo ini kami sangat bersyukur. Murid-murid SDN Gunggungan Lor ini masih bisa melaksanakan belajar mengajar setelah atap ruang kelas itu ambruk,” kata Andri. (sid/fun)