Innalillahi, 1 Korban Ledakan Elpiji di Beji Meninggal

BANGIL, Radar BromoLedakan gas elpiji yang terjadi di Bengok Utara, Desa/ Kecamatan Beji, 2 Januari lalu berakhir duka. Pasalnya, ledakan yang dipicu ngowos-nya tabung gas elpiji itu, membuat seorang korban meninggal dunia.

Korban meninggal itu diketahui bernama Samsuri, 60. Ia merupakan pemilik rumah yang sehari-harinya berjualan nasi punel.

Kanitreskrim Polsek Beji Iptu Tatok menjelaskan, korban meninggal Senin (6/1). Korban meninggal setelah menjalani perawatan di RSSA Malang.

Menurut Tatok, korban memang sempat dilarikan ke RSUD Bangil untuk menjalani perawatan pascaledakan terjadi Kamis (2/12) petang. Kondisinya memang parah karena menderita luka bakar hingga kurang lebih 75 persen.

Lantaran itu, korban pun akhirnya dirujuk ke RSSA Malang untuk mendapatkan perawatan. Namun sayang, kondisinya semakin melemah. Hingga akhirnya, korban meninggal dunia.

“Satu korban meninggal dunia. Korban meninggal adalah pemilik rumah, Samsuri. Ia meninggal di RSSA Malang. Kondisinya memang parah, dengan luka bakar sekitar 75 persen,” tandasnya.

Sementara, lima korban lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Bangil. Mereka adalah Romlah, 55, yang tak lain adalah istri Samsuri; Yudi, 35, anak Samsuri; dan Rohmah, 5, cucu dari Samsuri. Dua korban ledakan lainnya adalah tetangga korban, Lasiono, 41 dan Nursalim, 39.

“Untuk yang lain masih menjalani perawatan di RSUD Bangil. Kondisinya memang tak separah dengan korban (Samsuri, Red),” sambungnya.

Diketahui, kegiatan memasak nasi punel di rumah Samsuri, 60, warga Bengok Utara, Desa/Kecamatan Beji, berujung kegaduhan. Menyusul ledakan yang terjadi di dapur tempat korban menggelar kegiatan masak-masakan tersebut. Akibat ledakan itu, lima orang dan satu bocah harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Ledakan tersebut berlangsung Kamis petang. Ceritanya berawal saat korban dan istrinya sedang menyiapkan masakan nasi punel. Mereka merupakan pedang nasi punel.

Untuk memasak, ia menggunakan tabung gas elpiji 3 kg yang baru dibelinya. Namun, tiba-tiba tabung gas tersebut ngowos. Korban sempat panik. Mereka kemudian meminta pertolongan. Hingga kemudian datang Lasiono dan Nursalim membantu. Mereka menyumbat bibir atau lubang tabung elpiji dengan tusuk bambu. Semula, semuanya aman. Hingga kemudian, Romlah membuka pintu belakang.

Saat itulah api langsung menyambar ruangan dapur. Kebetulan, di belakang rumah korban ada kegiatan memasak menggunakan kayu bakar. Ruangan dapur yang ditengarai terisi dengan gas, membuat api mudah menyambar hingga mengenai enam korban. (one/mie)