Taman Edelweiss Bakal Tambah Kekayaan Wisata Bromo

SUKAPURA – Banyaknya bunga edelweiss di kawasan Gunung Bromo makin dilirik untuk mengundang para wisatawan. Kini, Pemkab Probolinggo bersama Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyiapkan taman edelweiss. Lokasinya di Dusun Seruni Poin, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.

Camat Sukapura Yulius Christian mengatakan, rencananya taman edelweiss itu akan diresmikan pada pertengahan Desember ini. Dengan diresmikannya taman edelweiss ini, destinasi wisata alam di Kecamatan Sukapura akan bertambah.

“Rencananya akan diresmikan pada 19 Desember 2018. Harapannya bukan sekadar seremoni, tapi juga bisa mendatangkan wisatawan lebih banyak lagi ke Bromo,” ujarnya.

Lokasi taman edelweiss ini juga dilengkapi dengan rumah adat Suku Tengger. Sehingga, pada wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata ini juga bisa melihat langsung seperti apa rumah adat warga Suku Tengger. Rumah adat ini sejatinya sudah ada sejak lama, namun saat itu tidak terawat.

“Di lokasi itu tidak hanya menjual wisata taman bunga edelweiss. Tapi, juga menjual keindahan rumah adat Suku Tengger. Para pengunjung bisa melihat langsung rumah adat Suku Tengger yang masih terlestari hingga saat ini,” ujarnya.

Yulius mengatakan, rumah adat itu akan dibuka untuk umum. Di dalamnya, para pengunjung bisa melihat langsung pembuatan kerajinan tangan berbahan baku bunga edelweiss. Pengunjung juga bisa langsung belajar kepada warga Tengger.

“Banyak yang bisa dilakukan di lokasi. Selain itu, juga ada proses budi daya edelweiss. Wisatawan juga bisa langsung melakukan budi daya itu. Juga boleh membawa pulang hasil buah tangan dari kerajinan edelweiss,” jelasnya.

Peresmian itu juga bertujuan menghilangkan praktik eksploitasi bunga edelweiss di alam. Menurut Yulius, dengan adanya taman edelweiss, warga bisa meniru untuk membudidayakannya. Dengan demikian, edelweiss yang ada di alam tidak akan diambil hanya untuk kepentingan sesaat. “Semoga warga yang sebelumnya mengambil edelweiss di alam beralih dengan membudidaya. Saat ini sudah ada sejumlah warga yang membudidayakan,” ujarnya. (sid/rud)