alexametrics
30.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 November 2020

Kekeringan, 2 Desa di Kab Pasuruan Ini Belum Dikirimi Air Bersih

BANGIL, Radar Bromo – Sampai minggu kedua bulan Oktober ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah melakukan asesmen kepada 2 desa yang mengajukan pengiriman air bersih. Sementara ini, 2 desa tersebut masih secara mandiri mengupayakan alokasi air untuk warganya.

Dua desa itu yakni Desa Palangsari, Kecamatan Puspo. Serta Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi. Bakti Jati Permana, kepala BPBD Kabupaten Pasuruan mengatakan, pada akhir September lalu memang ada permintaan 2 desa di Kabupaten Pasuruan yang mengajukan permintaan pengiriman air bersih ke BPBD.

“Jadi setelah ada permintaan, kami lakukan asesmen. Dari pemantauan ini, nanti akan dilihat apakah daerah tersebut benar sudah masuk tahap bencana kekeringan apa tidak. Karena yang masuk desa bencana ini harus benar-benar kering dan tidak ada debit air,” terang Bakti.

Bakti menjelaskan, untuk Desa Palangsari, Kecamatan Puspo, setelah dipantau pipa yang kering ini lantaran ada sumbatan dari akar. Sehingga, setelah berkoordinasi dengan dinas terkait dan HIPPA, sumbatan itu pun dibersihkan. Setelah itu, debit air sudah bisa mengalir kembali.

“Sedangkan di desa satunya, yaitu Tambaksari, Purwodadi, debit air masih ada meskipun kecil. Sementara ini, masih dibantu dari CSR (corporate social responsibility) dan Dana Desa (DD) untuk ketersediaan air bersih. Nantinya penggunaan anggaran untuk air bisa diklaim ke BPBD. Ini, lantaran di sana hanya 1 dusun saja yang kesulitan air. Dan kebutuhannya masih sangat kecil sekitar 2 ribu liter air,” terangnya.

Dengan begitu, tercatat sampai kemarin masih 22 desa di 7 kecamatan yang mengalami kekeringan. Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Lumbang (5 desa), Lekok (4 desa), Winongan (3 Desa), Pasrepan (5 desa), Gempol (3 desa), Grati (1 desa), dan Kejayan (1 desa).

Dari jumlah tersebut, tercatat ada 13 desa di 3 kecamatan yaitu Lumbang, Winongan, dan Pasrepan yang terus dikirimkan 3 rit atau 15 ribu liter per harinya. “Sedangkan desa lainnya sementara ini rutin 2 rit atau 10 ribu liter per harinya,” terangnya.

BPBD Kabupaten Pasuruan sendiri memprediksi bahwa pengiriman air akan berlangsung sampai Desember mendatang. Sedangkan dari BMKG sendiri memprediksi bahwa Oktober – November ini sudah mulai turun hujan.

“Namun, kami akan terus memantau. Selama permintaan air masih ada dan debit sumber belum normal, tetap akan kirim. Prediksi bulan Desember mendatang sudah normal,” jelasnya. (eka/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Temukan Sejumlah Proyektil saat Eskavasi Goa Jepang

Proses eskavasi di Goa Jepang, di Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, memasuki hari ketiga.

Kasus Covid-19 Tinggi, Wali Kota Probolinggo Akan Tutup Pasar Tugu

Penutupan pasar yang digelar saban Sabtu dan Minggu di alun-alun itu dirasa perlu demi melindungi warga dari serangan korona.

Kasus Positif di Kota Pasuruan Meningkat usai Libur Panjang

Di Kota Pasuruan, kasus Covid-19 kembali tinggi. Diduga, hal itu merupakan dampak libur panjang pada akhir Oktober lalu.

Harus Intens Patroli di Alun-Alun agar Curanmor Berkurang

Curanmor di Alun-alun Kraksaan kian marak belakangan ini. Ruang terbuka hijau ini tak ramah lagi bagi pengunjung.

Kota Probolinggo Belum Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Semakin banyaknya warga yang terkonfirmasi postif Covid-19, membuat Pemkot Probolinggo makin enggan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.