alexametrics
24C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Nih Dia Juara Lomba Foto Semipro 2019

KANIGARAN, Radar Bromo – Nur Fitra Fajar Dwitama berhasil menjuarai Lomba Foto Semipro 2019. Dia menampilkan foto lomba Sapi Brujul. Sabtu (7/9), para pemenang lomba gelaran Jawa Pos Radar Bromo – Disbudpar Kota Probolinggo itu diumumkan.

Pengumuman dilakukan saat Closing Semipro di Stadion Bayuangga Kota Probolinggo, Sabtu malam. Setelah sebelumnya, dilakukan penilaian oleh tim juri yang juga melibatkan Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin.

BERI PENILAIAN: Wali Kota Hadi Zainal Abidin bersama tim juri saat melakukan penilaian lomba foto. (Foto: Muhammad Fahmi/Radar Bromo)

Penilaian sendiri dilakukan sejak Sabtu siang. Tepat setelah pengumpulan foto berakhir, pukul 14.00. Sebanyak 89 foto pun dinilai oleh tim juri.

Selain Wali Kota Habib Hadi panggilannya, juga ada tiga juri yang lain. Yaitu, Kabid Promosi Wisata Disbudpar Kota Probolinggo Suciati Ningsih, Ketua Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI) Probolinggo Hendi Tri Utomo, dan Fotografer Jawa Pos Radar Bromo Mokhamad Zubaidillah.

Hasilnya, ditentukan enam pemenang dalam lomba itu. Yaitu, juara 1, 2 dan 3. Dan juara harapan 1, 2 dan 3. Mereka semua berhak atas uang pembinaan, tropi dan sertifikat .

Untuk juara 1 diraih Nur Fitra Fajar Dwitama; juara 2 Frengky Dwi dan juara 3 Tino Nur Riyadi. Lalu juara harapan 1, 2 dan 3 masing-masing, Akladera Putra Pawigo, Fauzan Muslimin dan Abdul Haris.

Juara 1, 2 dan 3, mendapat hadian uang pembinaan masing-masing, Rp 2,5 juta, Rp 2 juta dan Rp 1,5 juta. Sedangkan juara harapan 1, 2 dan 3, dapat uang pembinaan sebesar Rp 750 ribu, Rp 500 ribu, dan Rp 250 ribu.

Wali Kota Habib Hadi usai menjuri mengatakan, foto para peserta lomba rata-rata bagus, unik, dan menarik. Juga telah menggunakan teknik fotografi yang baik. Bahkan, Wali Kota mengaku sempat bingung memilih.

“Saya sempat bingung, karena foto peserta memiliki keunikan masing-masing dan menarik. Teknik pengambilan fotonya juga bagus. Namun, momen yang tepat yang kita pilih sebagai yang terbaik,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Ketua APFI Hendi. Menurutnya, peserta lomba rata-rata memiliki kemampuan untuk menampilkan seni budaya secara visual dengan teknik fotogafi yang mumpuni.

“Peserta sudah memiliki teknik fotografi, tapi belum bisa memaksimalkan momen yang ada,” ujarnya.

Sementara fotografer Jawa Pos Radar Bromo Mokhamad Zubaidillah menyebut, ada sebagian foto yang melalui proses editing. Namun, dewan juri menilai masih masuk kategori wajar.

“Sebagian dari foto yang dikumpulkan memang ada yang melalui proses editing. Namun, kami masih toleransi,” ujar Ube, panggilannya.

Sedangkan Kabid Promosi Wisata Suciati Ningsih mengatakan, mengatakan lomba foto yang digelar ini bertujuan mempromosikan budaya Kota Probolinggo. Selain juga untuk mengkompetisikan kemampuan fotografi peserta.

“Lomba ini disamping ajang unjuk gigi fotografer juga untuk mempromosikan potensi seni dan budaya,” ujarnya. (ar/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU