alexametrics
28C
Probolinggo
Saturday, 23 January 2021

Minta Transparansi Tarif Ambulans di RSUD Bangil

BANGIL, Radar Bromo – Pengenaan tarif ambulans di RSUD Bangil maupun di puskesmas yang ada di Kabupaten Pasuruan dinilai kerap memberatkan pasien. DPRD Kabupaten Pasuruan pun minta ada transparansi biaya ambulans.

Seperti yang disampaikan anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Tri Laksono Adi. Dia menilai, selama ini nilai tarif tidak dipampang secara terbuka. Sehingga, rentan menjadi ajang bagi oknum untuk mengeruk keuntungan.

Tri sendiri mengaku sempat merasakan tarif “mahal” ambulans. Ketika itu, ada kerabatnya yang memanfaatkan jasa ambulans di salah satu puskesmas untuk menjemput jenazah di bandara Surabaya.

Kerabatnya itu dikenai biaya Rp 1 juta untuk pulang dan pergi. Tri pun mengaku kaget. Sebab, tarif itu dinilai terlalu mahal. “Biaya itu sempat membuat kami kaget. Mahal ya ternyata biaya ambulans,” katanya.

Namun, saat itu pihaknya hanya bisa pasrah. Karena tidak ada informasi jelas berapa biaya penggunaan ambulans. Baik itu di RSUD Bangil, RSUD Grati, maupun di puskesmas-puskesmas.

“Kami merasa transparansi biaya itu penting diterapkan. Caranya dengan memasang tarif di mobil ambulans. Supaya masyarakat tidak ragu dan bisa mengetahui besaran uang yang harus dikeluarkan,” bebernya.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Ruslan menambahkan, transparansi biaya ambulans memang diperlukan. Tujuannya untuk mencegah adanya oknum-oknum yang bermain di tengah penderitaan masyarakat.

“Jangan sampai, masyarakat yang sudah susah malah dimanfaatkan oknum. Untuk itulah, biar tidak terjadi pungli perlu adanya transparansi biaya ambulans tersebut,” jelasnya.

Plt Dirut RSUD Bangil Arma Roosalina menyampaikan, bakal memperhatikan saran legislatif dengan memasang tarif ambulans di mobil ambulans. Hal ini tak lain untuk tranparansi dalam pengenaan tarif ambulans.

Ia menambahkan, biaya penggunaan ambulans memang berbeda. Tergantung jarak kilometernya. Belum lagi, ketika kendaraan ambulans harus lewat tol. Ada biaya yang harus dikeluarkan untuk ambulans saat lewat tol.

Selama ini, besaran biaya untuk pemakaian ambulans sekitar Rp 100 ribu untuk wilayah Kabupaten Pasuruan. Nilai tersebut, belum termasuk untuk BBM-nya yang ditentukan per kilometer.

Sementara untuk keluar daerah, biayanya berbeda. Antara Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Itu belum termasuk biaya lain, seperti BBM atau biaya lewat tol. Seperti ke Surabaya misalnya. Diperkirakan bisa sampai Rp 560 ribu karena harus melewati tol.

“Selain biaya jasa penggunaan ambulans itu sendiri, juga ada biaya lain seperti BBM ataupun biaya untuk tol, jika menghendaki lewat tol. Jadi, pengenaan tarifnya bisa berbeda karena disesuaikan dengan jarak juga,” kata Arma.

Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Pasuruan Ani Latifa memandang transparansi tarif ambulans hal yang baik. “Kami merasa hal itu memang baik. Tidak masalah, kan demi transparansi,” jelasnya. (one/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU