Waduh, 99 Ribu Peserta BPJS Kesehatan di Pasuruan-Probolinggo Dinonaktifkan

BUGULKIDUL, Radar Bromo – Sebanyak 99.692 peserta BPJS Kesehatan yang disubsidi APBN, dinonaktifkan keanggotaannya. Mereka adalah penerima bantuan iuran (PBI) di Pasuruan dan Probolinggo.

Indrina Damaryanti, kepala Cabang BPJS Kesehatan Pasuruan menjelaskan, kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk Pasuruan dan Probolinggo. Namun, berlaku secara nasional. Per 1 Agustus, pemerintah menonaktifkan total 5,2 juta peserta PBI BPJS Kesehatan. Termasuk, penonaktifan 99.692 peserta di Pasuruan dan Probolinggo.

“Jadi, per awal Agustus di Pasuruan dan Probolinggo ada 99.692 peserta PBI BPJS Kesehatan yang ikut dinonaktifkan. Penonaktifan itu dilakukan setelah ada verifikasi lagi terhadap peserta yang masuk dalam data Basis Data Terpadu (BDT) dari pusat,” terangnya.

Menurutnya, penerima PBI yang dinonaktifkan ini adalah penerima yang mengalami anomali data. Mulai peserta ganda, NIK ganda, sampai penerima yang ternyata sudah meninggal. Setelah dilakukan verifikasi pada tahun 2019, ditemukan di Pasuruan–Probolinggo ada 99 ribu lebih peserta yang statusnya tidak jelas.

Penonaktifan sendiri ditetapkan oleh Keputusan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang ditandatangi Kementerian Sosial. “Jadi, tujuannya agar penerima BPJS Kesehatan yang disubsidi atau dibayar pemerintah pusat lewat PBI ini, benar-benar tepat sasaran. Sehingga, yang ada anomali data dinonaktifkan,” terangnya.

Namun, meski ada 99 ribu penerima PBI yang dihapus, pemerintah menambah kuota untuk PBI BPJS Kesehatan. Di Pasuruan–Probolinggo, ada tambahan 145.877 kepesertaan baru. Peserta baru ini muncul setelah ada verifikasi dan pendataan kepersertaan bagi warga kurang mampu.

“Jadi, kendati ada penonaktifkan 99 ribu, namun ada tambahan lagi 145.877 peserta baru. Jadi, total peserta PBI BPJS Kesehatan di Pasuruan dan Probolinggo tidak berkurang. Justru bertambah,” terangnya.

Tercatat sebelumnya, jumlah peserta BPI di Pasuruan–Probolinggo yang dibiayai APBN mencapai 1.517.441. Setelah dikurangi 99.692 dan ditambah peserta baru 145.877, saat ini tercatat ada 1.563.626 peserta PBI.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Probolinggo Zainullah membenarkan langkah pemerintah pusat menonaktifkan peserta PBI BPJS Kesehatan yang tidak valid datanya. Di kota, menurutnya, ada 4,2 ribu dari 9 ribu peserta PBI yang dinonaktifkan.

“Jadi, di kota total ada 9 ribu sekian yang terdaftar sebagai peserta PBI. Dari jumlah itu, ada 4.200 sekian dinonaktifkan. Penonaktifan itu langsung dari pusat lantaran ada ketimpangan data atau data tidak valid,” terangnya. (eka/rpd/fun)