alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Tuesday, 27 October 2020

Pelebaran Jalan Raya Gending Perlu Ukur Ulang Lahan dan Terhambat Rel Lori

GENDING, Radar Bromo – Proyek pelebaran jalan raya Gending hingga kini masih dikerjakan. Sejauh ini proyek yang progresnya masih fokus untuk membenahi jalan sepanjang 7 kilometer, dengan penambahan pada tiap sisi jalan 4 meter, dengan lebar awal 7 meter.

Hanya saja proyek ini kembali menemui kendala. Dalam pengerjaan pengecoran jalan, ada titik jalan dari lahan warga yang dirasa terlalu maju ke jalan. Sehingga menghambat pengerjaan. Jumlahnya ada sekitar 16 rumah dan pertokoan, dan kini masih dalam proses pengajuan pengukuran kembali ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Candra Erfin selaku dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Koordinator Pengawas Bina Marga menjelaskan, untuk pembetonan Jalan Raya Gending sepanjang 7 kilo itu dibagi menjadi 3 segmen, dimana setiap segmen memiliki panjang 4 sampai 5 meter tinggi beton 30 sentimeter.

“Dihitung dari barat Bentar KM 105.100, di Dusun Parsean, Desa Taman Sari, Dringu hingga KM 112.250 di Desa Bulang Kecamatan Gending, menjadi target pembetonan Jalan Raya Gending. Sejauh ini sudah ada 4,5 kilometer yang sudah selesai dibeton dengan 3 segmen. Untuk 2 segmen masih ada 2 kilometer, sisanya masih satu segmen,” jelasnya.

Pengerjaan ini, lanjut Candra, dinilainya bisa selesai September akhir. Karena setiap hari proyek bisa mengerjakan material beton sebanyak 100 kubik. Ditambah lagi pengadaan bahan pembetonan, disuplay dari 3 tempat. Sehingga sangat membantu dalam kelancaran pembetonan.

“Pengadaan bahan materialnya tidak mengalami kendala, jadi itu salah satu yang membuat progress pengerjaan lancar,” jelasnya.

Untuk sejauh ini, dia menargetkan, akhir September sudah selesai pembetonan. Namun pihaknya masih mengalami kendala saat ini. Sebab di KM 108 Desa/Kecamatan Gending, ada lahan warga yang dirasa terlalu maju ke jalan, sehingga menghambat pengerjaan. Ada sekitar 16 rumah dan pertokoan yang masih dalam proses pengajuan pengukuran kembali Kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Kami melakukan ini (ukur ulang) karena kemanusiaan. Sebab kami menilai, memang lahan milik warga tersebut terlalu maju. Bisa saja kami lanjutkan. Namun kalau terjadi apa apa, pada akhirnya pihak kami juga yang disalahkan. Kasihan kepada pemilik rumah, terlalu dekat dengan jalan” jelasnya.

Tidak hanya itu kendala juga ada pada KM 109 tepatnya di Desa Bulang, Kecamatan Gending. Pengerjaan terhambat oleh rel lori (kereta pengangkut tebu) sepanjang 300 meter di sebelah utara jalan, sebagian melintang ke jalan, milik Pabrik Gula (PG) Gending.

“Pihak kami masih berkoordinasi dengan kantor pusat PG Gending yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Surabaya. Peluang besarnya akan segera diambil, karena rel lori sudah tidak aktif lagi” jelasnya. (mg1/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Listrik Kerap Padam, 95 Persen Disebabkan Pohon

Kejadian listrik padam atau mati lampu kerap terjadi saat musim hujan.

Maulid Nabi, Buah Impor di Probolinggo Lebih Banyak Diburu

Memasuki Maulid Nabi Muhammad SAW., permintaan buah segar, khususnya buah impor di Kota Probolinggo, meningkat.

15 Desa di Kab Probolinggo Masih Buruh Kiriman Air

Sebagian wilayah di Kabupaten Probolinggo, telah diguyur hujan. Namun, hal ini tidak mempengaruhi ketersediaan sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari di wilayah terdampak kekeringan.

Pantai Permata Mulai Ramai, Pengunjung Wajib Patuhi Prokes

Libur panjang karena cuti bersama dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW., diperkirakan akan meningkatkan jumlah pengunjung sejumlah destinasi wisata.

SDM Pelaku Wisata di Probolinggo Perlu Ditingkatkan

Potensi wisata di Kabupaten Probolinggo, cukup banyak. Namun, pengelolaannya perlu terus ditingkatkan. Baik secara fisik maupun dari segi SDM pengelola.