Butuh Ratusan Juta Salurkan Air Bersih di Kabupaten Pasuruan

BANGIL, Radar Bromo – Dibutuhkan dana ratusan juta rupiah untuk menyalurkan air bersih di desa-desa yang krisis air di Kabupaten Pasuruan. Dana itu, untuk biaya operasional, termasuk BBM.

SEMAKIN MELUAS: Dampak kekeringan di Kabupaten Pasuruan kian meluas. Saat ini ada 18 desa. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana menyampaikan, tahun lalu Pemkab menghabiskan setidaknya Rp 500 juta untuk pengiriman air bersih. Anggaran tersebut digunakan untuk penyaluran air bersih selama lima bulan. Terhitung mulai akhir Juli hingga pertengahan November.

“Dana tersebut digulirkan untuk mendistribusikan air bersih di 20 desa yang tersebar di 5 kecamatan. Mulai Lumbang, Winongan, Lekok, Pasrepan, serta Gempol,” kata Bakti.

Tahun ini, krisis air yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan diprediksi juga akan menyedot anggaran yang relatif besar. Terlebih dengan risiko semakin luasnya daerah yang terdampak krisis air.

Tidak hanya 20 desa, tetapi sudah mencapai 21 desa. Bahkan, dimungkinkan ada desa-desa lain yang mengalami krisis air. “Kemungkinan itu bisa saja. Apalagi, musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih lama,” tambahnya.

Saat ini ada 21 desa dari enam kecamatan yang mengalami krisis air. Di antaranya; Lumbang, Winongan, Pasrepan, Lekok, Grati, serta Gempol.

Untuk Lumbang misalnya, ada lima desa. Mencakup, Desa Karangasem, Karangjati, Watulumbung, Cukurguling, serta Desa Lumbang.

Sementara untuk Winongan, tersebar di Desa Jeladri, Sumberejo, dan Kedungrejo. Untuk Pasrepan, menerpa Desa Sibon, Klakah, Petung, Ngantungan, hingga Desa Mangguan.

Krisis air yang melanda Kecamatan Lekok, menerpa Balunganyar, Pasinan, Wates, dan Semedusari. Di Kecamatan Grati, ada Desa Karanglo yang mengalami krisis air. Sedangkan di Kecamatan Gempol, ada Wonosunyo, Bulusari, dan Jerukpurut.

Jumlah itu, berisiko bertambah. Karena ada dua desa lain yang terancam mengalami krisis air bersih. Yaitu, Desa Banjarimbo, Kecamatan Lumbang dan Desa Galih, Kecamatan Pasrepan.

Pihaknya memang belum memastikan anggaran yang dibutuhkan untuk penyaluran air bersih secara keseluruhan tahun ini. Namun, bisa jadi anggarannya lebih dari Rp 500 juta.

“Anggarannya melekat di Badan Keuangan Daerah. Kami belum pastikan berapa kebutuhannya. Yang jelas, bisa saja lebih dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Sementara itu, pengiriman air bersih ke desa krisis air di Kabupaten Pasuruan, terus bertambah. Pada pertengahan Juli, pengiriman air bersih dilakukan ke 13 desa di 3 Kecamatan.

Saat ini sudah, tambahan 5 desa yang rutin mendapatkan dropping air bersih dari BPBD Kabupaten Pasuruan. Dengan demikian, saat ini ada 18 desa yang rutin mendapat kiriman air bersih.

“Tambahan lima desa tersebut ada di dua kecamatan. Yaitu, Kecamatan Lekok di Desa Balunganyar, Pasinan, Wates, dan Semedusari. Di Kecamatan Grati yaitu Desa Karanglo,” terang Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana.

Memasuki bulan Agustus, menurut Bakti, pihaknya terus memantau dan melakukan assessment terhadap desa lain yang sudah memasuki tahap pengurangan debit air bersih. Pengiriman air bersih ini, dilakukan setiap hari. (one/eka/fun)