Malangnya Lelaki Ini yang Jenazahnya Ditemukan di Bedak Durian

EVAKUASI: Petugas mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan tewqas di bedak durian di Desa Gejugjati, Lekok, Selasa (7/7) malam. Warga mengenal korban bernama Kailan atau Khusaeri, tapi identitas pastinya belum diketahui. (Foto: Istimewa)

Related Post

LEKOK, Radar Bromo– Diduga karena sakit, seorang lelaki ditemukan sudah menjadi mayat di sebuah bedak jual durian di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Jenazah ditemukan Selasa malam lalu (7/7) dan sampai ini identitas korban belum diketahui.

Diduga korban tewas karena penyakit kusta yang dideritanya. Kini jenazah korban berada di kamar jenazah RSUD Grati Kabupaten Pasuruan.

Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto mengungkapkan, pria tanpa identitas ini diketahui sudah tinggal di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok sejak 10 tahun lalu. Selama ini, ia bekerja di sebuah rumah makan di desa setempat sebagai pelayan dan jukir truk.

Korban ini sempat terlihat sedang berjalan mondar mandir Selasa (7/7) sekitar pukul 08.00 di pinggir jalan raya Gejugjati oleh warga sekitar. Sekitar pukul 12.30, korban terlihat sedang tidur di bedak orang jualan durian, tanpa celana karena  mengeluh panas pada sekujur tubuhnya.

Selama ini, warga sekitar memanggil korban dengan nama  Kailan atau Khusaeri, 60 dan mengaku asal  Kabupaten Jember. Hingga sekitar pukul 18.00, korban sudah ditemukan tewas. Warga lantas melaporkan hal ini pada ketua RT setempat sebelum akhirnya Polsek Lekok datang ke lokasi.

Jenazah korban lantas dievakuasi ke RSUD Grati oleh petugas medis dari rumah sakit setempat dengan menggunakan alat pelindung diri (APD). Korban sendiri memilki ciri-ciri menggunakan kaos merah dengan tulisan Ripcool, tidak menggunakan bawahan dan berambut pendek dan penuh uban.

“Saat dievakuasi oleh kami, korban tidak memiliki identitas sama sekali. Namun, warga sekitar mengenalnya sebagai Kailan. Ia bekerja di sebuah rumah makan di Desa Gejugjati,”ungkapnya.

Endy menjelaskan selama ini korban di kenal sebagai orang yang hidup sebatang kara. Ia  pernah di tanya oleh ketua RT setempat tentang identitasnya namun ia mengaku identitas hilang dan tidak pernah mengurusi lagi. Diduga korban meninggal karena sakit kusta. (riz/fun)