Lagi, Anggota DPRD Kota Pasuruan Kunker Ramai-ramai ke Jawa Tengah

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Baru akhir Juni lalu dewan di DPRD Kota Pasuruan melakukan kinjungan kerja (kunker). Saat itu, kunker tersebut bertujuan untuk mengetahui persiapan new normal sekaligus upaya pemulihan ekonomi di luar kota.

Nah, di awal Juli ini, sebanyak 30 anggota DPRD Kota Pasuruan kembali melakukan kunker selama tiga hari ke depan. Kunker ini dimaksudkan untuk melihat implementasi penerapan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 di lokasi yang dituju.

Untuk diketahui, komisi I melakukan kunker ke Kulonprogo dan Klaten, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), sedangkan komisi 2 pergi ke Sragen dan Karanganyar, Jawa Tengah, serta komisi 3 pergi ke Boyolali dan Salatiga, Jateng. Untuk komisi I dan III, kunker dilaksanakan mulai Selasa (7/7) sampai Jumat (10/7). Sedangkan Komisi 2 mulai Rabu (8/7) sampai Sabtu (11/7).

Ketua Komisi 1 DPRD Kota Pasuruan Sutirta mengungkapkan, kunker bertujuan melihat penanganan dari dampak psikologis dan sosiologis dari pasien Covid-19. Pasalnya, pihaknya pernah mengunjungi salah satu pasien Covid-19 di Kelurahan Karanganyar dan dinyatakan sembuh, namun ia sempat mengalami pengucilan dari warga sekitar saat masih positif.

Nah, kunker ini dimaksudkan untuk melihat penanganan di sana seperti apa. Nantinya penanganan yang dinilai baik dan maksimal ini akan diimplementasikan di Kota Pasuruan. Termasuk bagaimana pemda di sana melakukan sosialisasi terkait Covid-19 pada masyarakat agar tidak merasa waswas.

“Sebab, masih ada masyarakat yang dinyatakan tidak reaktif, namun waswas. Kami juga ingin tahu bagaiamana penanganan orang tanpa gejala (OTG) yang diisolasi. Hanya sebatas diberi makanan dan suplemen atau bagaimana,” ungkapnya.

Untuk komisi 2, Sragen dan Karanganyar dipilih untuk mengetahui UMKM dan usaha wisata saat menuju new normal. Menurut Ketua Komisi 2 DPRD Kota Pasuruan Soemarjono, dua daerah tersebut terbilang sudah sejak dini melakukan upaya pemulihan ekonomi. Sehingga, nantinya hasil studi ke sana bisa menjadi pembanding untuk diterapkan di Kota Pasuruan.

“Apa saja yang dilakukan pemerintah daerah di sana terhadap UKM dan usaha wisata. Kami ingin pelajari dan nanti bisa di komparasikan serta diterapkan di Kota Pasuruan. Atau minimal bagaimana upaya pemerintah daerah (Pemkot Pasuruan, Red) bisa menirunya, sehingga UKM yang terdampak bisa segera bangkit,” beber Soemarjono.

Sementara Ketua Komisi III Ismu Hardiyanto menjelaskan, tujuan kunker ini, pihaknya ingin mengetahui tentang pengelolaan rusuwa dan rusunawa selama pandemi Covid-19. Bagaimana pemda di sana bisa melakukan sinkronisasi antara PLN dan PDAM untuk penghuni rusuwa selama ini.

“Sebab, di sana pengelolaan rusuwa dan rusunawa dilakukan secara protokol Covid-19. Termsuk jika ada pengunjung dari luar yang mendatangi rusuwa dan rusunawa. Inilah yang ingin kami lihat,” sebut Ismu. (riz/fun)