Kejaksaan Pantau Penggunaan Dana Tak Terduga Disaat Wabah

KANIGARAN, Radar Bromo – Penggunaan Dana Tak Terduga (TT) untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kota Probolinggo, tak luput dari perhatian Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo. Aparat penegak hukum ini memastikan akan terus memantau untuk mencegah terjadinya penyelewengan anggaran Rp 5 miliar itu.

Kasi Intel Kejari Kota Probolinggo Benny Bryadono mengatakan, dana TT yang digunakan untuk penanganan Covid-19, tetap dalam pengawasannya. Namun, yang lebih utama pengawasan dari Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP), dalam hal ini Inspektorat. Karenanya, yang melakukan audit dari tim APIP.

Jika ditemukan adanya penyelewengan, menurutnya, bisa diselesaikan oleh tim APIP dulu. Namun, jika tidak bisa diselesaikan atau pihak yang bersangkutan tidak kooperatif, bisa dilimpahkan ke kepolisian dan kejaksaan selaku aparat penegak hukum.

“Kami tidak punya wewenang untuk mengaudit. Hanya saja, kami tetap melakukan pemantauan. Jika ditemukan penyelewengan, kami akan berkoordinasi dengan APIP untuk diselesaikan secara kelembagaan. Jika memang tidak bisa, kami yang menangani,” ujar Benny.

Benny memastikan, pihaknya akan terus membuka diri jika ada laporan penyalahgunaan wewenang atau dana TT. Sehingga, apa yang melenceng dari jalurnya bisa dikembalikan. “Kami juga terus berkoordinasi dan lakukan sosialisasi agar tidak sampai terjadi penyelewengan,” ujarnya. (rpd/rud/fun)