Setengah Miliar Untuk Perbaikan Darurat Akibat Banjir di Bulan Februari

DARURAT: Pembangunan tanggul dari bronjong di Desa/Kecamatan Dringu beberapa waktu lalu. Sejumlah infrastruktur yang rusak akibat bencana, diperbaiki dengan memakai dana tidak terduga. (Foto: BPBD Kab Prob for Radar Bromo)

Related Post

TONGAS, Radar Bromo – Dampak bencana banjir di Kabupaten Probolinggo yang terjadi akhir bulan kemarin, cukup besar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten setempat, harus menggunakan dana tidak terduga (TT) untuk penanganan darurat. Setidaknya, anggaran dana TT yang digunakan untuk perbaikan darurat sekitar setengah miliar.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten setempat, Anggit Hermanuadi. Saat dikonfirmasi, Anggit mengatakan, perbaikan darurat pascabencana banjir harus segera dilakukan. Untuk itu, jalan satu-satunya menggunakan dana TT, dalam penanganan dampak bencana. Terutama, terkait penanganan darurat perbaikan infrastruktur.

”Kami ajukan penggunaan dana TT untuk penanganan darurat dampak banjir. Alhamdulillah, pengajuan disetujui Bupati,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo (7/3).

Anggit menjelaskan, total anggaran dari dana TT sekitar Rp 500 juta yang diajukan dan direalisasikan dalam penanganan darurat dampak bencana banjir akhir bulan kemarin. Bencana banjir yang terjadi, mengakibatkan sejumlah infrastruktur rusak. Nah, kondisi itu harus segera dilakukan perbaikan darurat. Sebagai antisipasi, terjadinya cuaca ekstrem yang akibatkan banjir kembali.

”Dana tidak terduga yang digunakan sekitar Rp 500 juta untuk sejumlah titik dampak bencana banjir. Dengan anggaran itu, kami harus bisa lakukan perbaikan darurat pada infrastruktur yang rusak,” terangnya.

Disinggung titik mana saja yang dilakukan perbaikan darurat menggunakan dana TT, Anggit menjelaskan, perbaikan jembatan Desa Sumendi, Kecamatan Tongas yang ambruk; pembangunan tanggul dari bronjong di Desa/Kecamatan Dringu dan Desa Pajurangan, Kecamatan Gending. Di sejumlah titik itu, kondisi kerusakan yang parah dan harus segera diperbaiki. Karena dikhawatirkan kembali adanya banjir. Selain itu, ada perbaikan plengsengan di titik lain.

”Perbaikan jembatan Desa Sumendi Tongas, sudah mulai dikerjakan. Kemudian perbaikan tanggul di Desa Dringu sudah selesai. kami terus berusaha perbaikan darurat cepat selesai. Supaya saat ada aliran air deras di sungai, tidak sampai akibatkan banjir kembali,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, bencana banjir yang terjadi Jumat lalu (21/2) lalu di wilayah Kecamatan Sumberasih-Tongas, merusak sejumlah infrastruktur. Dampak paling besar adalah, ambruknya jembatan penghubung Kecamatan Tongas-Sumberasih yang terletak di perbatasan Desa Banjarsari-Sumendi. Jembatan yang memiliki panjang 40 meter itu, alami rusak berat alias putus.

Jembatan dengan lebar 3 meter dan panjang 40 meter itu, menjadi akses warga selama ini. Dampak dihantam banjir, bagian tengah jembatan itu ambrol. Diduga, tiang penyangga jembatan tak kuat menahan hantaman derasnya aliran sungai. (mas/fun)