alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Tuesday, 5 July 2022

Merawat Telinga sama dengan Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia

Otitis eksterna atau infeksi bagian luar telinga. Gangguan ini bisa terjadi karena jamur dan bakteri atau bisa juga karena virus. Biasanya gejalanya berupa sakit pada telinga dengan rasa agak keras. Kadang badan lemas atau panas. Terjadi pendengaran yang menurun serta keluar air dari telinga.

Otitis media. Infeksi pada telinga bagian tengah. Ini lebih sering terjadi pada anak-anak. Biasanya dampak dari batuk pilek. Ini harus cepat ditangani agar tidak terjadi kerusakan pada gendang telinga. Gejala biasanya terjadi berupa rasa sakit, deman, dan tidur tidak nyenyak.

Telinga berdenging atau tinitus. Biasanya terjadi pada usia lansia. Tapi, bisa juga, sudah terjadi pada usia kurang dari 50 tahun. Kadang timbul hilang. Kadang terus-menerus.

Gangguan pendengaran pada orang tua. Biasanya di atas 65 tahun. Adanya penurunan fungsi. Dan ini lazim terjadi pada orang tua. ”Ini diatasi dengan penguatan atau pemberian alat bantu dengar,” tambah dr Fandi.

Meniere, penyakit yang menyerang bagian dalam telinga. Kondisi itu bisa berakibat vertigo yang mengurangi keseimbangan tubuh. Pengobatan harus segera dilakukan. Sebab, meniere akan mengurangi kualitas kehidupan seseorang. Seperti, bunyi berdenging, kepala terasa berputar, bahkan vertigo.

Aterosklerosis. Penyakit telinga yang menyebabkan fungsi pendengaran turun. Biasanya ada gangguan pada tulang pendengaran untuk menghantarkan suara lebih maksimal. Terjadi akibat faktor genetik atau keturunan, pola hidup, dan faktor lainnya. Dokter THT biasanya akan memberikan alat bantu dengar. ”Jika tidak bisa, akan dilakukan tindakan lain. Seperti mengganti tulang pendengaran dengan tulang buatan,” tambahnya.

Baro trauma. Kerusakan pada telinga akibat tekanan dari dalam tubuh atau dari udara. Biasanya terjadi ketika naik pesawat atau berenang. Gejala yang umum, telinga terasa tidak nyaman. Seperti penuh. Pendengaran tidak nyaman. Bahkan, terjadi pendarahan pada telinga. Bisa melakukan tindakan sementara dengan menguap atau mengunyah permen. ”Jika tindakan itu tidak efektif, bahkan gejalanya semakin parah, sebaiknya berobat secara medis,” paparnya. (rpd/far)

Otitis eksterna atau infeksi bagian luar telinga. Gangguan ini bisa terjadi karena jamur dan bakteri atau bisa juga karena virus. Biasanya gejalanya berupa sakit pada telinga dengan rasa agak keras. Kadang badan lemas atau panas. Terjadi pendengaran yang menurun serta keluar air dari telinga.

Otitis media. Infeksi pada telinga bagian tengah. Ini lebih sering terjadi pada anak-anak. Biasanya dampak dari batuk pilek. Ini harus cepat ditangani agar tidak terjadi kerusakan pada gendang telinga. Gejala biasanya terjadi berupa rasa sakit, deman, dan tidur tidak nyenyak.

Telinga berdenging atau tinitus. Biasanya terjadi pada usia lansia. Tapi, bisa juga, sudah terjadi pada usia kurang dari 50 tahun. Kadang timbul hilang. Kadang terus-menerus.

Gangguan pendengaran pada orang tua. Biasanya di atas 65 tahun. Adanya penurunan fungsi. Dan ini lazim terjadi pada orang tua. ”Ini diatasi dengan penguatan atau pemberian alat bantu dengar,” tambah dr Fandi.

Meniere, penyakit yang menyerang bagian dalam telinga. Kondisi itu bisa berakibat vertigo yang mengurangi keseimbangan tubuh. Pengobatan harus segera dilakukan. Sebab, meniere akan mengurangi kualitas kehidupan seseorang. Seperti, bunyi berdenging, kepala terasa berputar, bahkan vertigo.

Aterosklerosis. Penyakit telinga yang menyebabkan fungsi pendengaran turun. Biasanya ada gangguan pada tulang pendengaran untuk menghantarkan suara lebih maksimal. Terjadi akibat faktor genetik atau keturunan, pola hidup, dan faktor lainnya. Dokter THT biasanya akan memberikan alat bantu dengar. ”Jika tidak bisa, akan dilakukan tindakan lain. Seperti mengganti tulang pendengaran dengan tulang buatan,” tambahnya.

Baro trauma. Kerusakan pada telinga akibat tekanan dari dalam tubuh atau dari udara. Biasanya terjadi ketika naik pesawat atau berenang. Gejala yang umum, telinga terasa tidak nyaman. Seperti penuh. Pendengaran tidak nyaman. Bahkan, terjadi pendarahan pada telinga. Bisa melakukan tindakan sementara dengan menguap atau mengunyah permen. ”Jika tindakan itu tidak efektif, bahkan gejalanya semakin parah, sebaiknya berobat secara medis,” paparnya. (rpd/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/