alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 4 July 2022

Merawat Telinga sama dengan Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia

Orang tua juga harus menghindari memukul anak, apalagi daerah telinga. Sebab, jika kena gendang telinga dan rusak, agak sulit memperbaikinya. ”Termasuk, memberikan pelajaran kepada anak, jangan memukul di daerah telinga,” Dokter Fandi.

Jagalah telinga sesuai dengan kondisi alamnya. Jadi, telinga itu harus posisi kering. Sehingga kuman tidak mudah berkembang. Jika habis mandi, jangan terlalu banyak air masuk. Jangan memasukkan benda apa pun ke dalam kuping. Jika membersihkan telinga, datanglah ke dokter ahli THT (telinga, hidung, tenggorokan). Sebab, jika salah membersihkannya, bisa timbul trauma pada genda telinga. Termasuk harus hati-hati dalam menggunakan cotton bud atau pentol kapas atau korek kuping

Jauhkan penggunaan headset di telinga. Headset itu akan memberikan tekanan pada daun telinga. Selain bisa terkena bakteri, liang telinga juga terinfeksi. Headset itu akan memberikan tekanan pada gendang dan saraf telinga. Dampaknya, fungsi respons saraf berkurang. Yang lebih buruk, telinga mulai tuli.

Jangan terlalu sering menggunakan obat tetes telinga tanpa konsultasi ke dokter. Sebab, ada beberapa obat di pasaran yang justru akan memberikan efek negatif terhadap fungsi telinga. Usahakan juga tidak meminum obat dengan jangka waktu terlalu panjang tanpa konsultasi dokter. Sebab, bisa jadi, hal itu justru mengganggu dan merusak saraf telinga.

Yang tidak kalah penting adalah mengistirahatkan telinga. Selama ini, telinga itu sudah bekerja seharian. Tanpa henti. Dalam beberapa jam telinga perlu diistirahatkan. ”Caranya, menghindari kebisingan. Menghindari teriakan yang berlebihan,” ujarnya.

Jika terjadi gangguan atau sakit pada telinga, sebaiknya segera periksakan ke tenaga ahlinya. Tujuannya, menghindari terjadinya kerusakan yang kian parah. Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter THT sekitar 7 bulan sekali. ”Dokter akan melihat kondisi telinga. Sehingga kondisi telinga dan fungsi-fungsinya tetap bekerja dengan baik,” pungkasnya.

 

Mencegah dan Mengobati Penyakit Telinga

Ada banyak jenis penyakit yang menyerang telinga. Namun, dr Fandi Agus Wibowo, spesialias THT menyebutkan, sejumlah penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Salah satunya ialah penumpukan kotoran telinga atau serumen.

Penumpukan kotoran ini akan menyebabkan gangguan pada telinga. Seperti tersumbat, gatal, seperti penuh, berdenging, pusing, atau bahkan tuli. Cara mengobatinya, yakni mengeluarkan kotorannya. Mengeluarkan kotoran ada dua cara. Bisa langsung dibersihkan oleh dokter atau dengan diberikan obat agar kotoranya melunak. ”Makanya jangan sampai salah membersihkan telinga yang mengakibatkan rusaknya organ telinga,” tambahnya.

Orang tua juga harus menghindari memukul anak, apalagi daerah telinga. Sebab, jika kena gendang telinga dan rusak, agak sulit memperbaikinya. ”Termasuk, memberikan pelajaran kepada anak, jangan memukul di daerah telinga,” Dokter Fandi.

Jagalah telinga sesuai dengan kondisi alamnya. Jadi, telinga itu harus posisi kering. Sehingga kuman tidak mudah berkembang. Jika habis mandi, jangan terlalu banyak air masuk. Jangan memasukkan benda apa pun ke dalam kuping. Jika membersihkan telinga, datanglah ke dokter ahli THT (telinga, hidung, tenggorokan). Sebab, jika salah membersihkannya, bisa timbul trauma pada genda telinga. Termasuk harus hati-hati dalam menggunakan cotton bud atau pentol kapas atau korek kuping

Jauhkan penggunaan headset di telinga. Headset itu akan memberikan tekanan pada daun telinga. Selain bisa terkena bakteri, liang telinga juga terinfeksi. Headset itu akan memberikan tekanan pada gendang dan saraf telinga. Dampaknya, fungsi respons saraf berkurang. Yang lebih buruk, telinga mulai tuli.

Jangan terlalu sering menggunakan obat tetes telinga tanpa konsultasi ke dokter. Sebab, ada beberapa obat di pasaran yang justru akan memberikan efek negatif terhadap fungsi telinga. Usahakan juga tidak meminum obat dengan jangka waktu terlalu panjang tanpa konsultasi dokter. Sebab, bisa jadi, hal itu justru mengganggu dan merusak saraf telinga.

Yang tidak kalah penting adalah mengistirahatkan telinga. Selama ini, telinga itu sudah bekerja seharian. Tanpa henti. Dalam beberapa jam telinga perlu diistirahatkan. ”Caranya, menghindari kebisingan. Menghindari teriakan yang berlebihan,” ujarnya.

Jika terjadi gangguan atau sakit pada telinga, sebaiknya segera periksakan ke tenaga ahlinya. Tujuannya, menghindari terjadinya kerusakan yang kian parah. Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter THT sekitar 7 bulan sekali. ”Dokter akan melihat kondisi telinga. Sehingga kondisi telinga dan fungsi-fungsinya tetap bekerja dengan baik,” pungkasnya.

 

Mencegah dan Mengobati Penyakit Telinga

Ada banyak jenis penyakit yang menyerang telinga. Namun, dr Fandi Agus Wibowo, spesialias THT menyebutkan, sejumlah penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Salah satunya ialah penumpukan kotoran telinga atau serumen.

Penumpukan kotoran ini akan menyebabkan gangguan pada telinga. Seperti tersumbat, gatal, seperti penuh, berdenging, pusing, atau bahkan tuli. Cara mengobatinya, yakni mengeluarkan kotorannya. Mengeluarkan kotoran ada dua cara. Bisa langsung dibersihkan oleh dokter atau dengan diberikan obat agar kotoranya melunak. ”Makanya jangan sampai salah membersihkan telinga yang mengakibatkan rusaknya organ telinga,” tambahnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/