Pulang Ngopi, Santri Hanyut di Sungai, Jenazah Ditemukan di Kalibuntu

KRAKSAAN, Radar Bromo – Perjalanan Muhammad Risky Anna Disky, 15 alias Nadif usai ngopi, Selasa malam (7/1) berujung tragedi. Ia hanyut di sungai batas Desa Kraksaan Wetan dan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 23.25 Nadif alias Dalbo baru pulang ngopi bersama teman-temannya. Ia hendak pulang ke asrama Yayasan Al Mabrur, Desa Kraksaan Wetan.

Selama ini, Nadif yang juga biasa disapa Dalbo merupakan anak yatim-piatu. Sejak kecil, ia tinggal di Yayasan Al Mabrur. “Saat pulang, korban menyeberangi sungai lewat jembatan baru,” ujar Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Rizki Santoso.

Saat sampai di tengah-tengah jembatan, Nadif memegang alat katrol dari besi. “Tiba-tiba, besi itu jatuh ke sungai yang deras. Nadif pun tercebur ke sungai yang deras,” terang Anggit Hermanuadi, Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo.

Dua temannya yang saat itu, yakni Samsul dan Ahmad Maulana langsung mencari keberadaan Nadif. Tapi, malam itu, Nadif tak ditemukan.

Pencarian Nadif baru membuahkan hasil, Rabu pagi (8/1). Jenazah Nadif ditemukan sekitar pukul 06.00 di pesisir pantai Kalibuntu Kraksaan.

Jenazah Nadif ditemukan pertama kali oleh pencari kerang. “Lokasi ditemukannya korban sekitar 500 meter sampai 1 kilometer dari bibir pantai Kalibuntu,” imbuh Anggit Hermanuadi.

Pagi harinya, Nadif langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Kraksaan Wetan. (mas/sid/mie)