Protes Manajemen PT Selog, Ratusan Sopir Tuntut Hak

KUMPUL: Ratusan sopir PT Selog memprotes kebijakan perusahaan yang menurut mereka mem-PHK sepihak. Mereka protes di parkiran kendaraan barang PT H.M. Sampoerna, di Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo. (Foto: Rizal/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

SUKOREJO, Radar Bromo – Sejumlah 216 sopir PT Selaras Logistics Indonesia (Selog), terus berusaha mencari kejelasan terhadap nasibnya. Selasa (7/1), mereka menggelar aksi protes terhadap PT Selog di parkiran truk atau kendaraan barang di area PT H. M. Sampoerna, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Mereka turun karena merasa di-PHK (pemutusan hubungan kerja) sepihak oleh PT Selog. Ratusan sopir yang telah belasan tahun bekerja di PT Selog itu mendadak sejak 23 Desember 2019 dilarang jalan atau berkerja. Padahal, mereka masih terikat perjanjian kontrak.

“Kami berjumlah 216 sopir adalah karyawan PT Selog dan sudah bekerja tahunan. Setahun terakhir sempat di-outsourcing-kan ke PT ISS. Tahu-tahu kami dilarang berkerja serta truk tidak boleh jalan. Ini sama halnya dengan PHK sepihak,” ujar Koordinator Aksi Hadi Siswanto.

Karenanya, meski secara tertulis tidak ada PHK, ratusan sopir menggelar aksi protes terharap manajemen PT Selog. Mereka turun sejak 2 Januari 2020 dan mengaku akan bertahan sampai tuntutannya dipenuhi.

“Protes ini kami tujukan ke manajemen PT Selog, karena kami karyawannya. Dikuatkan dengan adanya nota pengawasan dari Disnaker Pemprov Jatim Mei 2018. Cuma lokasi aksinya saja di area parkir truk PT H.M. Sampoerna di Sukorejo,” ujarnya.

KOMPAK: Aksi mereka diperkirakan bakal berlanjut bila tak ada jalan keluar. (Foto: Rizal/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Pasca dilarang berkerja, Hadi mengatakan, pihaknya bersama sejumlah perwakilan sopir truk sudah beberapa kali berunding dengan perwakilan manajemen PT Selog. Baik di kantor pusat di Brebek, Surabaya, maupun di Delta PT H.M. Sampoerna Sukorejo. Namun, belum ada solusi yang jelas.

“Persoalan ini harus diselesaikan hingga tuntas. Tuntutan kami tidak muluk-muluk. Hanya agar PT Selog mempekerjakan kami kembali. Atau jika tidak, berikan pesangon sesuai ketentuan. Itu saja,” ujarnya.

Di sela-sela aksi, terlihat Ketua PC KEP SPSI Kabupaten Pasuruan Basuki Widodo. Ia mengaku hanya mendampingi dan mengawal ratusan sopir truk tersebut. “Harapannya segera selesai dan secepatnya ada solusi,” ujarnya.

Melihat adanya aksi para sopir ini, Jawa Pos Radar Bromo berusaha mendapatkan keterangan dari perwakilan manajemen PT Selog di PT. H.M. Sampoerna, Sukorejo. Namun, ternyata kantornya kosong.

Sementara itu, salah seorang perwakilan manajemen PT H.M. Sampoerna di Sukorejo menyatakan kasus ini murni antara driver dengan manajemen PT Selog. “Tidak ada kaitannya dengan PT H.M. Sampoerna,” ujar sumber yang menolak disebutkan namanya tersebut. (zal/rud/fun)