Edarkan Pil Dextro, Residivis asal Binor Dibekuk di Pantai Bohay

PAITON – Pernah berurusan dengan hukum tak membuat Muhammad, 35, jera. Pria asal Desa Binor, Kecamatan Paiton itu akhirnya kembali dibekuk lagi. Dia diamankan polisi saat malam pergantian tahun baru di kawasan pantai Bohay.

Seteolah diselidiki, ternyata Muhammad sudah pernah masuk jeruji besi. Kasusnya pun sama, yakni menjadi penjual pil yang sejatinya memiliki izin khusus untuk menjualnya. Muhammad diamankan oleh pihak kepolisian pada Senin (1/1) lalu. Ia dimankan saat ada di sekitar Jalan raya Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Saat itu ia hendak menjual pil dextro kepada seseorang. Namun, sebelum berhasil dijual keburu di cokok oleh pihak kepolisian.

Hal itu diungkap AKP Riduwan, Kapolsek Paiton. Menurutnya, pelaku memang tidak pernah jera dalam urusan jual beli barang haram itu. Sehingga saat ini ia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya lantaran masih saja berkutat dalam jual beli barang haram.

“Dia (Muhammad) pemain lama. Tetapi masih belum jera untuk urusan jual beli barang haram. Karena itu kami yang mendapatkan informasi bahwa dia masih mengedarkannya, langsung kami amankan saat malam tahun baru,” ungkapnya.

Masih menurut Riduwan, pelaku baru keluar tahanan setahun yang lalu. Karenanya, saat ini dipastikan hukumannya nanti lebih berat. Sebab, ia masih mengulangi perbuatannya. Pada penangkapan pertama beberapa tahun lalu itu pelaku di vonis sekitar 17 bulan.

“Pasti nanti ada tambahan hukuman. Tetapi kami tidak bisa menyebutkan berapa nanti. Soalnya itu adalah hakim yang memutuskan,” ujarnya.

Kapolsek menerangkan kronologi penangkapannya. Menurutnya, residivis itu diamankan saat hendak mengedarkan pil dextronya ke daerah pantai Bohay. Namun, sebelum ia berhasil menjual barang haram itu, ia ditangkap terlebih dulu oleh pihak kepolisian.

“Pelaku dijerat dengan undang undang nomor 36 tentang kesehatan. Ancaman hukuman sekitar 15 tahun kurungan,” terangnya. (sid/fun)