Radar Bromo

Kehabisan Cara Bujuk Pedagang Supaya Mau Berjualan di Lantai Dua Pasar Semampir

KRAKSAAN, Radar Bromo – Suasana lantai dua Pasar Semampir, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, masih tidak berpenghuni. Agar bangunan baru tersebut mau ditempati pedagang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) saat ini masih mencari solusi.

Sebelumnya, para pedagang pasar Semampir enggan menempati lapak dilantai dua. Alasannya, tempat kurang strategis dan mereka khawatir dagangannya tidak laku. Para pembeli tidak mau naik ke lantai dua untuk sekedar melihat-lihat jualan mereka. Karena it,u, para pedagang yang sebelumnya telah pindah kembali turun dan berjualan di lantai dasar.

Andi Wiroso, kepala Bidang Pasar Disperindag mengatakan, segala cara telah dilakukan untuk memikat para pedagang bersedia berjualan di lantai dua. Bahkan, pihaknya memberikan kelonggaran bagi pedagang yang bersedia menempati lapak di lantai dua gratis retribusi beberapa bulan ke depan.

“Itu sudah kami lakukan. Tetapi, ternyata mereka tidak mau untuk menempati lapak di lantai dua,” katanya.

Bukan hanya itu saja. Pihaknya juga memasang jaringan wifi di lokasi itu. Namun, lagi-lagi para pedagang memilih dan nyaman berada di lantai dasar. Mereka tidak tertarik dengan program yang telah dibuatnya itu.

“Tidak ada yang tertarik. Semuanya tetap bertahan meskipun fasilitas di lantai dua telah kami lengkapi dengan jaringan wifi,” tandasnya.

Saat ini, pihaknya masih mencari solusi agar lantai dua tersebut bisa difungsikan. Menurutnya, pihaknya akan berusaha berkomunikasi dengan pedagang. Menjaring aspirasinya dan mewujudkan hal itu. Dengan demikian, dimungkinkan mereka akan mau untuk menempati lapak di lantai dua itu.

“Solusi terus kami cari. Nantinya akan kami ajak bicara dan bagaimana pendapat mereka. Itu nanti yang akan kami realisasikan,” terangnya.

Bangunan baru di lantai dua Pasar Semampir ini sejatinya ditujukan untuk para pedagang yang berjualan di jalan masuk menuju pasar. Ketegasan juga pernah dilakukan Disperindag dan Satpol PP dengan menindak pedagang yang berjualan di tepi jalan. Mereka diminta untuk menempati bangunan lantai dua yang baru dibangun. Namun, hanya sedikit pedagang yang mau berjualan di sana. Bahkan, terlihat hanya satu pedagang. Padahal di lantai dua Pasar Semampir, bisa menampung 70 pedagang. (sid/fun)