alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Tuesday, 24 November 2020

Dinas Pendidikan Kota Probolinggo Larang Tarik Iuran untuk Rekreasi

MAYANGAN, Radar Bromo – Rekreasi sekolah sedang marak dilakukan di Kota Probolinggo saat ini. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) pun memberikan atensi pada kegiatan ini. Secara khusus, Disdikpora melarang sekolah mengambil pungutan untuk rekreasi.

Larangan ini diungkapkan Kepala Disdikpora Moch Maskur. Menurutnya, saat ini marak sekolah menarik iuran kepada wali murid untuk keperluan rekreasi. Termasuk ada sekolah yang hendak mengalihkan biaya rekreasi untuk pembayaran utang pembangunan gedung sekolah.

Hal ini menurutnya dilarang. Sebab, Pemkot Probolinggo sudah berkomitmen untuk menyelenggarakan sekolah gratis. Bahkan, komitmen itu sudah ditandatangani seluruh kepala sekolah.

“Jadi, apapun alasannya, baik untuk rekreasi atau bayar utang pembangunan sekolah, menarik iuran itu tidak benar. Mengingat sekolah sudah digratiskan selama 9 tahun. Jadi apapun itu bentuknya, tidak dibenarkan jika ada pungutan,” tegasnya.

Kalaupun sekolah terpaksa menarik pungutan, harus jelas pungutan itu untuk apa? Apakah masuk dalam program kebijakan wali kota, apakah bagian dari program kepala dinas, atau yang lain.

“Kalau tidak untuk operasional biaya pendidikan ya tidak perlu dilakukan pungutan,” tuturnya.

Termasuk apabila sekolah menarik iuran untuk rekreasi, hal ini juga tidak dibenarkan. Sebab, menurut Maskur, rekreasi bukan program wajib. Karena itu, tidak seharusnya sekolah membebani wali murid dengan iuran rekreasi.

Meski demikian, Maskur menyadari anak-anak ingin rekreasi sebagai ungkapan syukur setelah menuntaskan pendidikan. Namun, hal tersebut bisa dilakukan sekolah saat proses pendidikan berakhir.

“Untuk rekreasi monggo disepakati di luar yang tidak ada sangkut pautnya dengan pendidikan. Misalnya dibahas usai UN atau lainnya. Termasuk, jika ada sekolah yang memiliki tanggungan utang pembangunan gedung sekolah, maka bisa menggunakan jasa alumni atau orang yang peduli dengan sekolah. Bukan menarik pada wali murid,” pungkasnya. (rpd/hn/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Seniman Ludruk Probolinggo Cak Mukadi Tutup Usia  

Rencananya jenazah Cak Mukadi akan dimakamkan di TPU setempat, Selasa (24/11)

Masuk Tengah Kota, Truk Terguling di Depan Yon Zipur Probolinggo

Truk terjatuh di jalur terlarang untuk dilewati kendaraan besar seperti truk.

Bertahan di Tengah Pandemi, UMKM Harus Adaptasi dengan Digitalisasi

Sayangnya, masih ada pelaku UMKM yang asing dengan perkembangan teknologi

Tak Berizin, Satpol PP Turunkan Baliho Habib Rizieq di Bangil

Ada 3 baliho Habib Rizieq yang diturunkan di Bangil. Sementara di Pasrepan diturunkan sendiri oleh pemasang.

Rem Blong, Truk Tabrak Pagar-Pos Sekuriti di Sumbersuko Gempol  

Sopir truk selamat usai melompat sesaat sebelum terjadi tabrakan.