alexametrics
25 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Kakek asal Wonoasih Tewas Tersambar KA di Tigasan Wetan

LECES, Radar Bromo-Perlintasan kereta api tanpa palang di Kabupaten Probolinggo kembali memakan korban. Kemarin (7/11), seorang kakek meregang nyawa usai tertabrak kereta api (KA) Mutiara Timur di perlintasan KA tanpa palang masuk Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces.

Korban yang diketahui bernama Sakur, 77, warga Kelurahan

Kedung Asem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, itu tewas di lokasi kejadian. Ia mengalami luka parah di bagian kepalanya.      Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kecelakaan nahas itu terjadi sekitar pukul 13.00. Saat itu korban datang dari sisi barat perlintasan  kereta api dengan mengendarai sepeda.

Diduga korban hendak menyeberangi perlintasan. Korban yang sudah sepuh itu, tidak menengok kanan dan kiri untuk melihat situasi. Padahal, saat bersamaan juga melaju kereta api 88 Mutiara timur dengan nomor Loko cc 2040304, dengan masinis Agil Gutsi, 30. KA ini melaju dari arah selatan menuju utara.

Cucu Korban, Fajar Muharram, 24, mengatakan jika dia mendapatkan informasi dari warga Tigasan Wetan yang mendatangi rumahnya di Kedung Asem sekitar pukul 14.15. Mendapat informasi tersebut, ia kemudian bergegas menuju kamar jenazah RSUD dr Moh Saleh untuk memastikan dan melihat kondisi jenazah.

“Saat itu saya ada di rumah, tiba-tiba ada warga mengabari jika kakek tertabrak kereta api dan sudah dievakuasi menuju RSUD dr Moh Saleh Kota Probolinggo karena sudah meninggal dunia,” ujarnya.

Menurut Fajar, jenazah kakeknya dievakuasi dengan menggunakan Mobil Patwal Polres Probolinggo. Dia pun menceritakan, jika kakeknya memang hobi bersepeda. Korban sering bersepeda ke Desa Tigasan Wetan, Leces, karena ada temannya yang tinggal di sana.

“Setahu saya memang kakek sering ke Desa Tigasan Wetan karena di sana ada temannya. Hampir dua minggu sekali kakek bersepeda ke sana dan tiap berangkat selalu pamitan, mungkin ketika beliau mau pulang, tidak tolah-toleh dulu, sudah sepuh tingkat kewaspadaannya sudah sedikit menurun,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Purwanto Sigit Raharjo mengatakan, kecelakaan itu terjadi karena kurang kehati-hatian korban saat akan menyeberangi perlintasan kereta api. Dekatnya korban dengan jalur lintasan kereta api membuatnya tertabrak dan terpental sekitar 50 meter dari posisi awal.

“Sewaktu melintasi perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu, korban kurang memperhatikan arus lalu lintas sehingga tertabrak kereta api, akibatnya korban meninggal dunia di TKP dan jenazahnya langsung dibawa ke RSUD Moh Saleh untuk dievakuasi dan dipulangkan,” ujarnya. (ar/mie)

 

LECES, Radar Bromo-Perlintasan kereta api tanpa palang di Kabupaten Probolinggo kembali memakan korban. Kemarin (7/11), seorang kakek meregang nyawa usai tertabrak kereta api (KA) Mutiara Timur di perlintasan KA tanpa palang masuk Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces.

Korban yang diketahui bernama Sakur, 77, warga Kelurahan

Kedung Asem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, itu tewas di lokasi kejadian. Ia mengalami luka parah di bagian kepalanya.      Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kecelakaan nahas itu terjadi sekitar pukul 13.00. Saat itu korban datang dari sisi barat perlintasan  kereta api dengan mengendarai sepeda.

Diduga korban hendak menyeberangi perlintasan. Korban yang sudah sepuh itu, tidak menengok kanan dan kiri untuk melihat situasi. Padahal, saat bersamaan juga melaju kereta api 88 Mutiara timur dengan nomor Loko cc 2040304, dengan masinis Agil Gutsi, 30. KA ini melaju dari arah selatan menuju utara.

Cucu Korban, Fajar Muharram, 24, mengatakan jika dia mendapatkan informasi dari warga Tigasan Wetan yang mendatangi rumahnya di Kedung Asem sekitar pukul 14.15. Mendapat informasi tersebut, ia kemudian bergegas menuju kamar jenazah RSUD dr Moh Saleh untuk memastikan dan melihat kondisi jenazah.

“Saat itu saya ada di rumah, tiba-tiba ada warga mengabari jika kakek tertabrak kereta api dan sudah dievakuasi menuju RSUD dr Moh Saleh Kota Probolinggo karena sudah meninggal dunia,” ujarnya.

Menurut Fajar, jenazah kakeknya dievakuasi dengan menggunakan Mobil Patwal Polres Probolinggo. Dia pun menceritakan, jika kakeknya memang hobi bersepeda. Korban sering bersepeda ke Desa Tigasan Wetan, Leces, karena ada temannya yang tinggal di sana.

“Setahu saya memang kakek sering ke Desa Tigasan Wetan karena di sana ada temannya. Hampir dua minggu sekali kakek bersepeda ke sana dan tiap berangkat selalu pamitan, mungkin ketika beliau mau pulang, tidak tolah-toleh dulu, sudah sepuh tingkat kewaspadaannya sudah sedikit menurun,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Purwanto Sigit Raharjo mengatakan, kecelakaan itu terjadi karena kurang kehati-hatian korban saat akan menyeberangi perlintasan kereta api. Dekatnya korban dengan jalur lintasan kereta api membuatnya tertabrak dan terpental sekitar 50 meter dari posisi awal.

“Sewaktu melintasi perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu, korban kurang memperhatikan arus lalu lintas sehingga tertabrak kereta api, akibatnya korban meninggal dunia di TKP dan jenazahnya langsung dibawa ke RSUD Moh Saleh untuk dievakuasi dan dipulangkan,” ujarnya. (ar/mie)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/