alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Saturday, 28 November 2020

Berdalih Jarang Dikasih “Jatah” Istri, Pria Ini Tega Nodai Anak Tiri

BEJI, Radar Bromo – Ulah EN, 33, benar-benar keterlaluan. Betapa tidak, bukannya menjaga anaknya dengan baik, ia justru menjadikan si bocah pelampiasan syahwatnya. Tidak hanya sekali. Aksi jahat itu, dilakukan tersangka hingga berulang kali.

Kedok tersangka akhirnya terbongkar, setelah korban memilih buka suara. Dari situlah, tersangka asal Beji ini, diserahkan warga ke Mapolsek Beji untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dijebloskan ke tahanan Mapolsek Beji, Senin malam (5/10).

Kanitreskrim Polsek Beji, IPDA Sumbut mengungkapkan, aksi tak patut itu mulai dilakukan tersangka, sejak Bunga (nama samaran), 18, duduk di bangku kelas 4 SD. Ketika itu usia Bunga masih 10 tahun.

Tapi, tersangka dengan tega, mencabuli Bunga, yang merupakan anak tirinya. Bunga sendiri tak mampu melawan. Karena, tersangka mengancam akan memukulnya. Apabila seandainya Bunga menolak permintaan tersangka dan mengadukan perbuatan tersebut.

“Mulanya, tersangka hanya sebatas mencabuli korban. Aksi itu, dilakukan sejak korban kelas 4 SD,” jelasnya.

Tidak hanya sekali, pelaku EN melancarkan aksi bejatnya. Biasanya, EN dengan leluasa melampiaskan nafsu bejatnya saat kondisi rumah sedang sepi. “Ketika istrinya atau ibu dari korban sedang bekerja, tersangka melancarkan aksinya. Pencabulan itu dilakukan berkali-kali,” sambung dia.

Hingga kemudian, Bunga beranjak dewasa. Saat bunga duduk di bangku SMP, tersangka semakin “gila”. Tidak lagi hanya sekadar mencabuli korban. Tetapi bahkan, sampai menyetubuhinya.

Persetubuhan itu dilancarkan tersangka sejak 2016 hingga 2020. Terakhir, aksi itu hendak dilancarkannya Senin petang (5/10). Bunga yang sudah muak dengan perbuatan bejat tersangka, berusaha melawan.

Namun, perlawanan itu berujung pada cekikan. Korban dicekik dan sampai menangis. Tangisan tersebut, rupanya membuat tersangka ketakutan. Hingga akhirnya, ia mengurungkan rencananya untuk melampiaskan syahwatnya.

Kebetulan, ibu korban baru pulang dari pabrik. “Begitu pulang, korban langsung menceritakan apa yang menimpanya itu,” beber Sumbut saat mendampingi Kapolsek Beji, Kompol Akhmad.

Hal itu, tidak hanya membuat syok ibu korban. Bahkan, membuat keluarga korban dan warga marah. Tersangka yang ketakutan, memilih kabur dari rumah tersebut. Massa sempat mengejar tersangka. Hingga sampai di Gongdanglegi, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji.

Tersangka berhasil diamankan warga. Ia kemudian diserahkan ke Polsek Beji untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Dia (EN, Red) kabur pakai motor. Kami menerima penyerahan tersangka dari warga, sekitar pukul 21.00,” imbuh dia.

Kepada wartawan, EN tak mengelak dengan apa yang dilakukannya. Ia berdalih, nekat melancarkan aksi tak patut itu, lantaran tergoda oleh korban. Sebab, istrinya jarang memberinya jatah. “Saya sering minta jatah. Tapi, sering ditolak,” aku dia.

Karena ulahnya tersebut, tersangka dijerat pasal 81 jo pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ia terancam hukuman 15 tahun penjara. (one/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.