Taklukkan Banyuwangi Putra 3-0, Persekabpas Pastikan Lolos Zona Jatim

DUA GOL: Gaya Ricko Hardiansyah usai mencetak gol dalam laga melawan Banyuwangi Putra, Minggu (6/10) di stadion R Soedrasono. Saat ini dia menjadi top skor Persekabpas. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Capaian manis benar-benar diraih tim Persekabpas saat menjamu Banyuwangi Putra di stadion R. Soedrasono Pogar, Minggu sore (6/10). Tampil di hadapan ribuan suporternya, arek-arek Sakera berhasil menggulung tim asal Banyuwangi itu, tiga gol tanpa balas.

Kemenangan tersebut menambah deretan daftar kemenangan yang diraih Persekabpas selama melakoni Liga 3 di Grup G tahun ini. Enam kali melakoni laga, tak sekalipun tim besutan Moch. Fakhrudin itu, tumbang. The Lassak sukses meraih kemenangan secara beruntun.

Hasil manis ini pun, membuat Persekabpas memastikan diri lolos ke babak 16 besar Zona Jatim. Tinggal memastikan diri, apakah juara grup benar-benar bisa didapatkan.

Laga melawan Banyuwangi Putra, seolah menjadi laga yang tak seimbang. Maklum saja, Ricko Cs, seolah mengurung permainan lawan. Serangan bertubi-tubi yang dilakukan, membuat arek-arek Sakera menguasai separo lapangan.

Asa itu akhirnya tercipta di menit kesebelas. Pelanggaran pemain Banyuwangi Putra, membuat wasit memberi hadiah tendangan bebas untuk Persekabpas.

Ricko Hardiansyah datang untuk menjadi eksekutor bola mati. Setelah mengambil ancang-ancang, Ricko langsung melesatkan tendangan tlesernya ke sisi kanan penjaga gawang Banyuwangi Putra, Nur Fauji. Tendangan keras itu, tak disadari Bur Fauji. Bola melesat dan menggetarkan jala gawang. Skor kacamata berubah, 1-0 untuk Persekabpas.

Unggul satu gol, membuat motivasi Laskar Sakera (sebutan Persekabpas) semakin membumbung tinggi. Permainan mereka semakin mendominasi. Beberapa tembakan dilesatkan. Sayang, hingga peluit babak pertama dibunyikan, tak ada satupun gol tambahan tercipta.

Di awal babak kedua, arek-arek Laskar Sakera semakin menggila. Hasilnya tercipta di menit ke 50. Serangan beruntun yang digelar, membuat tim lawan kalang kabut. Sampai-sampai, tak sengaja bola menyentuh tangan salah satu pemain. Handsball di kotak terlarang, membuat wasit, Syafiuddin menunjuk titik putih.

SEMAKIN MELAJU: Laga antara Persekabpas melawan Banyuwangi Putra. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Bola 12 pas diambil oleh sang kapten, Ricko. Dengan dingin, ia menyaduk bola hingga tak mampu dihalau Nur Fauji. Skor kembali berubah 2-0 untuk Persekabpas.

Skor tersebut seolah akan menjadi akhir laga. Namun, Ahmad Rendi Reovaldo Pradana mengubah semuanya. Kemelut di kotak terlarang tim lawan, tak disia-siakannya. Begitu mendapatkan bola, ia langsung menyontekkannya hingga menjadi gol.

Skor kembali berubah, 3-0 untuk Persekabpas di menit ke 76. Gol itu pun menjadi penutup jalannya laga. Karena tak ada tambahan gol yang tercipta di menit-menit berikutnya.

Manajer Banyuwangi Putra, Pebdi Arisdiawan mengakui kemampuan tim Persekabpas. Timnya sempat berusaha untuk membendung para pemain Persekabpas. Namun, sayangnya hal itu tak terlaksana.

“Kami akui permainan Persekabpas bagus. Kami berusaha membendung, tapi hasilnya masih seperti ini,” akunya yang mengklaim permainan anak asuhnya sebenarnya sudah bagus.

Di sisi lain, Pelatih Persekabpas, Moch. Fakhrudin mengaku, bersyukur dengan hasil tersebut. “Anak-anak bermain bagus. Aliran-aliran bola juga enak ditonton. Kami bersyukur bisa menang,” ulasnya.

Manajer Persekabpas Pasuruan, Suryono Pane mengklaim, kalau timnya sudah mengantongi kunci untuk lolos ke babak berikutnya. Tinggal menjaga agar posisi klasmen, untuk penentuan pemuncak klasmen. “Kami pastikan diri lolos. Tinggal posisi klasemen, yang akan kami upayakan bisa dipertahankan,” pungkasnya. (one/fun)