alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Abdul Kadir Disebut Hanya Jadi Korban, Penasihat Hukum Ancam Laporkan Petinggi Gerindra

KRAKSAAN, Radar Bromo Penahanan Abdul Kadir bakal berbuntut panjang. Dewan yang baru dilantik 30 Agustus silam itu, tak hanya akan melakukan perlawanan atas kasus ijazah palsu yang menyandungnya. Kubu Abdul Kadir akan mengambil sikap. Salah satunya, akan melaporkan petinggi partai Gerindra di Kabupaten Probolinggo.

Hal itu diungkap Hosnan Taufik, penasihat hukum Abdul Kadir. Menurut Hosnan, tindakan itu dilakukan lantaran ia melihat Kadir sebagai korban. Sehingga, karena hal itu ia melaporkan petinggi partai.

“Kami akan melaporkan oknum petinggi partai. Itu karena ia telah menipu klien saya. Dia (petinggi partai Gerindra) yang memfasilitasinya untuk mendapatkan ijazah itu,” ujarnya.

Menurutnya, kliennya sebenarnya tidak mau untuk maju menjadi anggota dewan pada pemilu legislatif April lalu. Saat itu, kliennya beralasan karena tidak memiliki ijazah yang sesuai dengan persyaratan pencalonan.

“Tetapi, petinggi partai itu mengiming-imingi ijazah. Katanya aman dan tidak akan bermasalah. Tetapi ternyata pada akhirnya bermasalah,” kata pria yang akrab disapa Hosnan itu.

Karena itulah pihaknya hendak melaporkan petinggi partai itu. Ia merasa kliennya telah ditipu. Rencana tersebut, saat ini masih dalam proses didiskusikan dengan tim lawyer Kadir. “Masih kami godok ini. Nanti akan kami laporkan orang yang berinisial JJ ini,” ujarnya.

PIMPINAN: Para pimpinan DPRD Kabupaten Probolinggo. Nampak Jon Junaidi (baju biru tidak berkopiah), yang merupakan wakil ketua DPRD dan ketua DPC Gerindra. (Dok. Radar Bromo)

 

Pihak Polres Probolinggo terus melakukan penyelidikan terhadap kasus yang menjerat Abdul Kadir, Anggota DPRD setempat dari partai Gerindra. Pihak kepolisian mengidentifikasi ada tersangka lain dalam kasus tersebut.

Hal itu diungkap AKP Riski Santoso, Kasat Reskrim Polres Probolinggo. Menurutnya, saat ini pihaknya masih fokus terhadap penanganan masalah Kadir -sapaan akrab Abdul Kadir. Hal itu, dilakukan lantaran pihaknya banyak menangani kasus. Sehingga, jika difokuskan kepada perkara dugaan pemalsuan ijazah itu maka kasus lain bakal keteteran.

“Sementara ini kami fokus penanganan Kadir. Ini kami lakukan karena kasus yang kami tangani banyak dan juga personel minim,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Riski itu menjelaskan, pihaknya masih belum bisa memastikan adanya tersangka lain. Tapi, melihat Kadir sebagai pengguna, ia mengindikasi ada tersangka lain. Sebab, jika ada pengguna maka ada pembuat.

“Untuk kepastiannya kami belum bisa ya. Tapi, melihat kadir sebagai pengguna pasti ada pembuatnya. Untuk itu saat ini masih kami dalami,” jelasnya.

Saat ditanya hasil laboratorium di Dinas Pendidikan Provinsi, Riski menjawab pihaknya hanya mengecek nomor NISN. Hasilnya, ijazahnya memang tidak terdaftar. “Untuk lebih jauh belum. Kami hanya mengecek NISN. Hasilnya baik di Dispendik Pemkab dan Pemprov tidak terdaftar,” terangnya.

Sejauh ini saksi yang diperiksa atas kasus ini sudah 10 orang. Pihak kepolisian akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Selain disinyalir ada perantara, juga ada pembuat.

Seperti diberitakan sebelumnya Abdul Kadir anggota DPRD Kabupaten Probolinggo ditahan pihak kepolisian setempat. Masalahnya, ia diduga memalsukan ijzah untuk maju pada pileg 17 April lalu. Ia ditahan sejak ditetapkan menjadi tersangka pada Jumat (30/9) lalu. (sid/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo Penahanan Abdul Kadir bakal berbuntut panjang. Dewan yang baru dilantik 30 Agustus silam itu, tak hanya akan melakukan perlawanan atas kasus ijazah palsu yang menyandungnya. Kubu Abdul Kadir akan mengambil sikap. Salah satunya, akan melaporkan petinggi partai Gerindra di Kabupaten Probolinggo.

Hal itu diungkap Hosnan Taufik, penasihat hukum Abdul Kadir. Menurut Hosnan, tindakan itu dilakukan lantaran ia melihat Kadir sebagai korban. Sehingga, karena hal itu ia melaporkan petinggi partai.

“Kami akan melaporkan oknum petinggi partai. Itu karena ia telah menipu klien saya. Dia (petinggi partai Gerindra) yang memfasilitasinya untuk mendapatkan ijazah itu,” ujarnya.

Menurutnya, kliennya sebenarnya tidak mau untuk maju menjadi anggota dewan pada pemilu legislatif April lalu. Saat itu, kliennya beralasan karena tidak memiliki ijazah yang sesuai dengan persyaratan pencalonan.

“Tetapi, petinggi partai itu mengiming-imingi ijazah. Katanya aman dan tidak akan bermasalah. Tetapi ternyata pada akhirnya bermasalah,” kata pria yang akrab disapa Hosnan itu.

Karena itulah pihaknya hendak melaporkan petinggi partai itu. Ia merasa kliennya telah ditipu. Rencana tersebut, saat ini masih dalam proses didiskusikan dengan tim lawyer Kadir. “Masih kami godok ini. Nanti akan kami laporkan orang yang berinisial JJ ini,” ujarnya.

PIMPINAN: Para pimpinan DPRD Kabupaten Probolinggo. Nampak Jon Junaidi (baju biru tidak berkopiah), yang merupakan wakil ketua DPRD dan ketua DPC Gerindra. (Dok. Radar Bromo)

 

Pihak Polres Probolinggo terus melakukan penyelidikan terhadap kasus yang menjerat Abdul Kadir, Anggota DPRD setempat dari partai Gerindra. Pihak kepolisian mengidentifikasi ada tersangka lain dalam kasus tersebut.

Hal itu diungkap AKP Riski Santoso, Kasat Reskrim Polres Probolinggo. Menurutnya, saat ini pihaknya masih fokus terhadap penanganan masalah Kadir -sapaan akrab Abdul Kadir. Hal itu, dilakukan lantaran pihaknya banyak menangani kasus. Sehingga, jika difokuskan kepada perkara dugaan pemalsuan ijazah itu maka kasus lain bakal keteteran.

“Sementara ini kami fokus penanganan Kadir. Ini kami lakukan karena kasus yang kami tangani banyak dan juga personel minim,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Riski itu menjelaskan, pihaknya masih belum bisa memastikan adanya tersangka lain. Tapi, melihat Kadir sebagai pengguna, ia mengindikasi ada tersangka lain. Sebab, jika ada pengguna maka ada pembuat.

“Untuk kepastiannya kami belum bisa ya. Tapi, melihat kadir sebagai pengguna pasti ada pembuatnya. Untuk itu saat ini masih kami dalami,” jelasnya.

Saat ditanya hasil laboratorium di Dinas Pendidikan Provinsi, Riski menjawab pihaknya hanya mengecek nomor NISN. Hasilnya, ijazahnya memang tidak terdaftar. “Untuk lebih jauh belum. Kami hanya mengecek NISN. Hasilnya baik di Dispendik Pemkab dan Pemprov tidak terdaftar,” terangnya.

Sejauh ini saksi yang diperiksa atas kasus ini sudah 10 orang. Pihak kepolisian akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Selain disinyalir ada perantara, juga ada pembuat.

Seperti diberitakan sebelumnya Abdul Kadir anggota DPRD Kabupaten Probolinggo ditahan pihak kepolisian setempat. Masalahnya, ia diduga memalsukan ijzah untuk maju pada pileg 17 April lalu. Ia ditahan sejak ditetapkan menjadi tersangka pada Jumat (30/9) lalu. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/