alexametrics
25C
Probolinggo
Thursday, 21 January 2021

Polisi Belum Bisa Minta Keterangan Korban Begal

GONDANGWETAN – Penyidik Polsek Keboncandi, Polres Pasuruan Kota terus menyelidiki aksi pembegalan yang terjadi di Desa Kalirejo, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Jumat (5/10) lalu. Namun, sejauh ini penyidik belum bisa memintai keterangan saksi korban, Anis Hidayati.

Kapolsek Keboncandi AKP Suprihatin mengatakan, pihaknya masih mendalami aksi pembegalan yang menimpa Anis Hidayati. Sejauh ini, pihaknya telah meminta keterangan dari suami korban, Zakaria. Serta, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari keterangan Zakaria, diketahui aksi ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Siang itu, Anis baru saja mengikuti acara Dharma Wanita di kantor UPT Kecamatan Gondang Wetan, sekitar pukul 09.00 WIB. Usai mengikuti acara ini, Anis hendak kembali ke sekolahnya di SDN Pateguhan Gondang Wetan.

Dalam perjalanan inilah, ada dua pengendara motor yang masing-masing berboncengan dua. Mereka langsung menabrak Anis dari depan hingga membuatnya terjatuh. Ternyata, para pemotor ini membawa kabur sepeda motor Scoopy putih bernopol N 2733 WZ milik korban. Para pelaku kabur ke timur.

“Kami sudah meminta keterangan suami korban dan melakukan olah TKP. Namun, kami masih membutuhkan keterangan saksi korban yang mengetahui kejadian ini. Dia masih trauma,” ujarnya.

Suprihatin mengatakan, korban pernah mengalami aksi pembegalan serupa pada 2015. Saat itu, peristiwa terjadi di Desa Pateguhan, Kecamatan Gondangwetan. Menurutunya, lokasi ini memang rawan aksi kejahatan. “Kami sudah menyiapkan anggota untuk melakukan patroli di sejumlah tempat yang rawan untuk meminimalisir kejahatan,” ujarnya.

Diketahui, Jumat (5/10) lalu, Anis Hidayati, 37 warga Dusun Mojosari, Desa Pekangkungan, Kecamatan Gondangwetan, menjadi korban begal. Korban harus harus kehilangan sepeda motor Honda Scoopy-nya. Bahkan, dia juga terluka di bagian pelipis dan lutut karena terjatuh usai ditabrak pelaku. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU