Review Tarif Ruko Terminal Pandaan Diundur Tahun Depan, Ini Alasannya

PANDAAN, Radar Bromo – Keberadaan Ruko Terminal Pandaan sejauh ini belum dimaksimalkan. Penyewa ruko terminal masih minim.

Sepinya penyewa ruko Terminal Pandaan itu, salah satu pemicunya adalah mahalnya tarif sewa. Untuk per kiosnya, tarif sewanya dipatok Rp 25 juta per tahunnya.

Dengan kondisi itu, dari 68 kios yang tersedia, sejauh ini baru 22 kios saja yang ditempati. Sisanya masih kosong. Dengan kondisi itu, Disperindag setempat pun mengagendakan untuk me-review appraisal untuk tarif sewa kios.

Nah, sejatinya review appraisal tarif sewa kios itu dilakukan tahun ini. Namun, higga September ini tak kunjung direalisasikan. “Awalnya untuk review appraisal-nya memang di agendakan pada tahun ini. Karena keterbatasan anggaran, sehingga ditunda dan diagendakan kembali tahun depan,” terang Kabid Pengelolaan Pasar Daerah Disperindag Kabupaten Pasuruan Gatot Sutanto.

Lebih lanjut, Gatot menjelaskan, review appraisal terhadap tarif sewa ruko terminal tetap perlu dilakukan. Karena para penyewa yang akan menempati, merasa keberatan dengan tarif yang telah ditetapkan.

Tak heran, PAD yang diharapkan mampu terserap dari sewa ruko bisa mencapai sekitar Rp 1 M. Ternyata hingga sekarang belum tercapai, sebaliknya masih kurang separuhnya atau sekitar Rp 450 juta saja.

Itu pun masih banyak yang kurang bayar. Karena sewa wajib dibayar oleh penyewa yang menempati ruko ini, per tahunnya Rp 25 juta.

Review appraisal ini akan ditempuh sebagai solusi jalan tengah. Menyangkut tarif atau besaran sewa rukonya. Ke depan dalam pelaksanaannya dibiayai dari APBD, juga melibatkan konsultan dari pihak swasta,” ungkapnya. (zal/mie)