alexametrics
29 C
Probolinggo
Tuesday, 1 December 2020

Kota Pasuruan Dapat Tambahan 1.149 Keluarga Penerima Bantuan dari Kemensos

PURWOREJO, Radar Bromo – Jumlah penerima bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Pasuruan untuk tahun 2020 bertambah. Kementerian Sosial (Kemensos) menambah kuota keluarga penerima manfaat (KPM) sebanyak 1.149.

Kabid Perlindungan Jaminan Sosial di Dinas Sosial Kota Pasuruan Sugianto mengatakan, KPM tambahan itu sudah disampaikan Kemensos pada 19 Agustus. “Untuk Kota Pasuruan ada kuota tambahan KMP sebanyak 1.149,” terangnya.

Ribuan KPM tambahan itu tersebar di empat kecamatan. Rinciannya, 282 KPM di Kecamatan Gadingrejo, 221 KPM di Kecamatan Purworejo, 141 di Kecamatan Bugul Kidul, dan 505 di Kecamatan Panggungrejo.

Dinas Sosial pun tengah menyosialisasikan kuota tambahan itu kepada para calon KPM di setiap kelurahan. “Beberapa waktu lalu sudah dimulai sosialisasi kepada calon KPM di kelurahan-kelurahan,” ujarnya.

Selain sosialisasi, proses validasi data calon KPM juga sedang dilakukan. Tujuannya, untuk memastikan calon KPM tersebut benar-benar layak menerima bantuan.

Artinya, memenuhi komponen penerima bantuan PKH.

Di antaranya, ibu hamil, anak sekolah, ada anggota keluarga yang lansia atau disabilitas.

Selama validasi itu, tak menutup kemungkinan jumlah calon KPM bisa berkurang. Terutama apabila data calon KPM tak memenuhi sejumlah komponen yang ditentukan.

Menurutnya, validasi data itu dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi e-PKH yang disediakan Kemensos. “Jadi, hasil final closing validasi langsung di-report pusat,” imbuhnya.

Selanjutnya, penambahan kuota KPM itu mulai diberlakukan pada penyaluran bantuan tahap pertama di tahun 2020. Jumlah KPM sendiri sepanjang tahun ini terus menurun.

Penyebabnya, karena KPM mengalami graduasi mandiri. Ada juga keluarga yang tidak lagi memenuhi komponen penerima bantuan PKH. Misalnya, ibu hamil sudah melahirkan atau anak sekolah sudah lulus. Sehingga, saat proses validasi dicoret dari data KPM.

Pada penyaluran tahap ketiga lalu, jumlah KPM di Kota Pasuruan mencapai 4.844. Sedangkan kuota yang diberikan kementerian pada awal tahun berjumlah 4.911. Itu artinya berkurang 67 KPM. (tom/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Kontainer Sampah Gending Belum Maksimal, Bakal Dievaluasi

Penempatan kontainer di wilayah Gending, merupakan tindak lanjut dari keluhan warga.

BLT-DD Tahap 4 di Kab Probolinggo Tunggu Nota Dinas

Di tahap ini Keluarga Penerima Manfaat (KPM) harus sedikit bersabar. Pasalnya penyaluran bantuan ditunda sebab masih menunggu Nota Dinas Bupati.

Satgas Mulai Antisipasi Klaster Liburan Nataru

Karenanya, selama sebulan ke depan, mulai hari ini Satgas akan kembali menggencarkan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan.

Dari 5 Pendonor, Hanya Dapat 3 Plasma Konvalesen

Dari 20 calon donor plasma konvalesen di Kabupaten Probolinggo, hanya 5 calon donor yang lolos screening. Namun, dari 5 calon donor itu hanya 3 orang yang diambil plasma konvalesennya.

Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka untuk Sekolah Zona Hijau-Kuning

Pemkab Probolinggo memastikan mengikuti kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk memulai pembelajaran tatap muka pada 2021.