alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Pemotor yang Tabrak Polisi Dijadikan Tersangka, Tapi Tak Ditahan

PURWOREJO – Kasus kecelakaan yang menimpa Bripka Didik Darmaji Eko Kurniawan, anggota Unit Turjawali Satlantas Polres Pasuruan Kota, terus berlanjut. Sejauh ini, penyidik Unit Laka Satlantas telah menetapkan seorang tersangka. Ia adalah Moch Kosim, 24, warga Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

BARANG BUKTI: Motor Suzuki Satria FU yang dikemudikan M Kosim. Motor inilah yang menabrak petugas Bripka Darmaji. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Kanitlaka Satlantas Polres Pasuruan Kota menerangkan, ditetapkannya Moch Kosim sebagai tersangka lantaran pihaknya telah mendalami kasus itu dalam tahap penyelidikan.

Sebelumnya, kata Heri, pihaknya telah meminta keterangan dari Moch Kosim dan KM, 17, temannya yang saat itu dibonceng. Dalam pemeriksaan awal itu, Kosim memang mengakui kelalaiannya dalam berkendara hingga menabrak anggota polisi.

Lebih lanjut, Heri menyebut, jika penyidik telah mengantongi bukti permulaan yang cukup kuat. “Dalam penyelidikan, bukti permulaan sudah ada. Sehingga, penyidik menaikkan tahap ke penyidikan, Kosim menjadi tersangka dalam kasus ini,” ungkapnya.

Meski begitu, ia menjelaskan bahwa tersangka tak dilakukan penahanan. Heri memaparkan, hal itu dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya karena tersangka selama ini menunjukkan sikap kooperatif.

“Selama pemeriksaan, ia cukup kooperatif. Sehingga, tidak kami lakukan penahanan. Namun, proses hukumnya tetap berlanjut. Kami juga masih menunggu kondisi Bripka Darmaji untuk dimintai keterangan,” beber Heri.

Menurut Heri, Kosim diancam hukuman lima tahun pidana lantaran menyebabkan kecelakaan yang mengakibatkan korban luka berat. Hal itu sesuai yang diatur di pasal 310 ayat 3 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Diketahui sebelumnya, seorang anggota polisi ditabrak pemotor yang melanggar rambu-rambu lalu lintas, Jumat (3/8) pagi. Insiden itu menimpa Bripka Didik Darmaji Eko Kurniawan, salah satu anggota Unit Turjawali Satlantas Polres Pasuruan Kota. Sebelumnya, ia memang tengah mengatur arus lalu lintas di Jalan Untung Suropati, simpang empat Purutrejo.

Petaka dialami Bripka Darmaji sekira pukul 07.10. Tepatnya ketika ia melihat dua pemuda berboncengan motor Suzuki Satria Fu dari kawasan Wirogunan. Motor berwarna hitam tanpa nopol itu dikendarai oleh Moch Kosim, 24, dengan membonceng KM, 17, sesama warga Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Keduanya merupakan kuli bangunan yang hendak berangkat menuju lokasi proyek di Purworejo. Nah, sesampainya di simpang empat Purutrejo, Kosim menerobos lampu merah yang tengah menyala. Ia langsung berbelok ke kiri menuju Jalan Untung Suropati.

Mendapati adanya pengguna jalan yang melanggar, Bripka Darmaji pun bertindak. Ia berupaya menghentikan pemotor tersebut dengan isyarat lambaian tangan. Namun, pemotor tersebut tak mengindahkan isyaratnya. Kecepatan motor saat itu sekitar 40 kilometer. Pemotor tak berhenti, justru menabrak polisi tersebut. Sontak, hal itu membuat Bripka Darmaji tersungkur. Kaki kanannya mengalami luka serius, bahkan sampai patah tulang. Ia pun harus dirawat di RS Graha Sehat Medika Kota Pasuruan. (tom/fun)

PURWOREJO – Kasus kecelakaan yang menimpa Bripka Didik Darmaji Eko Kurniawan, anggota Unit Turjawali Satlantas Polres Pasuruan Kota, terus berlanjut. Sejauh ini, penyidik Unit Laka Satlantas telah menetapkan seorang tersangka. Ia adalah Moch Kosim, 24, warga Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

BARANG BUKTI: Motor Suzuki Satria FU yang dikemudikan M Kosim. Motor inilah yang menabrak petugas Bripka Darmaji. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Kanitlaka Satlantas Polres Pasuruan Kota menerangkan, ditetapkannya Moch Kosim sebagai tersangka lantaran pihaknya telah mendalami kasus itu dalam tahap penyelidikan.

Sebelumnya, kata Heri, pihaknya telah meminta keterangan dari Moch Kosim dan KM, 17, temannya yang saat itu dibonceng. Dalam pemeriksaan awal itu, Kosim memang mengakui kelalaiannya dalam berkendara hingga menabrak anggota polisi.

Lebih lanjut, Heri menyebut, jika penyidik telah mengantongi bukti permulaan yang cukup kuat. “Dalam penyelidikan, bukti permulaan sudah ada. Sehingga, penyidik menaikkan tahap ke penyidikan, Kosim menjadi tersangka dalam kasus ini,” ungkapnya.

Meski begitu, ia menjelaskan bahwa tersangka tak dilakukan penahanan. Heri memaparkan, hal itu dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya karena tersangka selama ini menunjukkan sikap kooperatif.

“Selama pemeriksaan, ia cukup kooperatif. Sehingga, tidak kami lakukan penahanan. Namun, proses hukumnya tetap berlanjut. Kami juga masih menunggu kondisi Bripka Darmaji untuk dimintai keterangan,” beber Heri.

Menurut Heri, Kosim diancam hukuman lima tahun pidana lantaran menyebabkan kecelakaan yang mengakibatkan korban luka berat. Hal itu sesuai yang diatur di pasal 310 ayat 3 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Diketahui sebelumnya, seorang anggota polisi ditabrak pemotor yang melanggar rambu-rambu lalu lintas, Jumat (3/8) pagi. Insiden itu menimpa Bripka Didik Darmaji Eko Kurniawan, salah satu anggota Unit Turjawali Satlantas Polres Pasuruan Kota. Sebelumnya, ia memang tengah mengatur arus lalu lintas di Jalan Untung Suropati, simpang empat Purutrejo.

Petaka dialami Bripka Darmaji sekira pukul 07.10. Tepatnya ketika ia melihat dua pemuda berboncengan motor Suzuki Satria Fu dari kawasan Wirogunan. Motor berwarna hitam tanpa nopol itu dikendarai oleh Moch Kosim, 24, dengan membonceng KM, 17, sesama warga Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Keduanya merupakan kuli bangunan yang hendak berangkat menuju lokasi proyek di Purworejo. Nah, sesampainya di simpang empat Purutrejo, Kosim menerobos lampu merah yang tengah menyala. Ia langsung berbelok ke kiri menuju Jalan Untung Suropati.

Mendapati adanya pengguna jalan yang melanggar, Bripka Darmaji pun bertindak. Ia berupaya menghentikan pemotor tersebut dengan isyarat lambaian tangan. Namun, pemotor tersebut tak mengindahkan isyaratnya. Kecepatan motor saat itu sekitar 40 kilometer. Pemotor tak berhenti, justru menabrak polisi tersebut. Sontak, hal itu membuat Bripka Darmaji tersungkur. Kaki kanannya mengalami luka serius, bahkan sampai patah tulang. Ia pun harus dirawat di RS Graha Sehat Medika Kota Pasuruan. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/