alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Kondisi Keuangan Oleng, Istri Tolak Tambah Anak

BANYAK anak banyak rezeki. Mungkin ungkapan itulah yang menjadi keyakinan Tole (nama samaran), 38. Warga Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, ini ingin menambah anak. Meskipun kini ia sudah memiliki 4 anak. Sayangnya, Minthul (juga nama samaran), 34, menolak permintaan Tole.

Alasan penolakan itu karena Minthul kewalahan mengasuh dan merawat anak. Apalagi, biaya hidup makin lama makin mahal. Karena itulah, Minthul mengaku tak habis pikir dengan keinginan sang suami. Padahal, selama ini kondisi perekonomian mereka juga tak bagus-bagus amat.

“Dia ngotot pengen nambah anak. Katanya ibadah, tapi gak lihat selama ini saja kesulitan buat kebutuhan sehari-hari,” jelasnya. Minthul bukannya tak percaya bahwa anak memang ada rezekinya masing-masing. Tapi, ia juga harus melihat kondisi keuangan keluarga. Apalagi, Tole juga pekerjaannya serabutan sebagai buruh tani.

Selama ini, jika sang suami tidak ada pekerjaan, Minthul yang repot cari utangan.

Dulu saat menikah dengan Tole, Minthul memang tak banyak perhitungan. Saat dikenalkan dengan Tole yang pekerjaannya terbilang kurang mapan, Minthul tak terlalu peduli.

“Saat itu usia saya sudah 25 tahun, katanya sih termasuk telat. Jadi memang ingin cepat-cepat menikah. Pas ada yang mau menikahi, ya saya minta langsung dilamar saja,” jelasnya. Karena terlalu terburu-buru itulah, ia tak memperhitungkan masa depan keluarga.

Ternyata, kehidupan ekonomi mereka cukup sulit. Apalagi, awalnya hanya Tole yang bekerja sebagai buruh tani. Sampai berturut-turut hamil dan melahirkan 3 anak, Minthul yang harus ngos-ngosan memenuhi kebutuhan dapur.

“Akhirnya mau gak mau saya pake KB, biar gak nambah anak lagi. Soalnya berat kalau tambah anak, tapi penghasilan suami masih ala kadarnya,” jelasnya. Kelahiran anak keempatnya, katanya juga atas desakan suami. Tole tak suka Minthul memakai KB. Bahkan, ia sempat emosi mengetahui sang istri memakai KB.

Minthul akhirnya mengalah, ia tak lagi memakai KB. Kekhawatirannya kemudian terbukti. Selepas lahir anak keempat, pengeluaran mereka semakin membengkak. Mau tidak mau Minthul pun harus mencari pekerjaan. Sambil merawat keempat anaknya, ia menjadi buruh cuci dan seterika baju tetangga.

“Sampai anak terakhir sudah bisa diasuh mertua, saya cari pekerjaan tetap. Akhirnya bisa kerja di konfeksi,” jelasnya. Dengan penghasilan tetap, kebutuhan ekonomi lumayan terpenuhi. Sayangnya, Tole tetap saja gak peduli kalau ekonomi mereka tetap saja pas-pasan. Sehingga, tetap berkeinginan buat tambah anak lagi.

Minthul jelas menolak mentah-mentah lantaran dirinya yang kerepotan bekerja dan mengurus anak di rumah. “Tole kan gak tahu. Cuma kerja dan keluyuruan, bantu ngurus anak di rumah saja nggak pernah,” ungkapnya.

Tapi, Tole tetap ngotot. Bahkan, menuduh Minthul istri durhaka lantaran menolak kehadiran anak. Pertengkaran pun tak bisa dihindari. Tak tahan lagi, Minthul pun memilih minggat dan membawa anak-anaknya. Ia tak tahu bakal bagaimana rumah tangganya nanti.

“Ya sudah gak kuat, mending kerja buat sendiri dan anak. Apalagi Tole juga penghasilannya gak jelas. Lebih sering buat dirinya sendiri ketimbang keluarga,” jelasnya. (eka/rf/fun)

BANYAK anak banyak rezeki. Mungkin ungkapan itulah yang menjadi keyakinan Tole (nama samaran), 38. Warga Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, ini ingin menambah anak. Meskipun kini ia sudah memiliki 4 anak. Sayangnya, Minthul (juga nama samaran), 34, menolak permintaan Tole.

Alasan penolakan itu karena Minthul kewalahan mengasuh dan merawat anak. Apalagi, biaya hidup makin lama makin mahal. Karena itulah, Minthul mengaku tak habis pikir dengan keinginan sang suami. Padahal, selama ini kondisi perekonomian mereka juga tak bagus-bagus amat.

“Dia ngotot pengen nambah anak. Katanya ibadah, tapi gak lihat selama ini saja kesulitan buat kebutuhan sehari-hari,” jelasnya. Minthul bukannya tak percaya bahwa anak memang ada rezekinya masing-masing. Tapi, ia juga harus melihat kondisi keuangan keluarga. Apalagi, Tole juga pekerjaannya serabutan sebagai buruh tani.

Selama ini, jika sang suami tidak ada pekerjaan, Minthul yang repot cari utangan.

Dulu saat menikah dengan Tole, Minthul memang tak banyak perhitungan. Saat dikenalkan dengan Tole yang pekerjaannya terbilang kurang mapan, Minthul tak terlalu peduli.

“Saat itu usia saya sudah 25 tahun, katanya sih termasuk telat. Jadi memang ingin cepat-cepat menikah. Pas ada yang mau menikahi, ya saya minta langsung dilamar saja,” jelasnya. Karena terlalu terburu-buru itulah, ia tak memperhitungkan masa depan keluarga.

Ternyata, kehidupan ekonomi mereka cukup sulit. Apalagi, awalnya hanya Tole yang bekerja sebagai buruh tani. Sampai berturut-turut hamil dan melahirkan 3 anak, Minthul yang harus ngos-ngosan memenuhi kebutuhan dapur.

“Akhirnya mau gak mau saya pake KB, biar gak nambah anak lagi. Soalnya berat kalau tambah anak, tapi penghasilan suami masih ala kadarnya,” jelasnya. Kelahiran anak keempatnya, katanya juga atas desakan suami. Tole tak suka Minthul memakai KB. Bahkan, ia sempat emosi mengetahui sang istri memakai KB.

Minthul akhirnya mengalah, ia tak lagi memakai KB. Kekhawatirannya kemudian terbukti. Selepas lahir anak keempat, pengeluaran mereka semakin membengkak. Mau tidak mau Minthul pun harus mencari pekerjaan. Sambil merawat keempat anaknya, ia menjadi buruh cuci dan seterika baju tetangga.

“Sampai anak terakhir sudah bisa diasuh mertua, saya cari pekerjaan tetap. Akhirnya bisa kerja di konfeksi,” jelasnya. Dengan penghasilan tetap, kebutuhan ekonomi lumayan terpenuhi. Sayangnya, Tole tetap saja gak peduli kalau ekonomi mereka tetap saja pas-pasan. Sehingga, tetap berkeinginan buat tambah anak lagi.

Minthul jelas menolak mentah-mentah lantaran dirinya yang kerepotan bekerja dan mengurus anak di rumah. “Tole kan gak tahu. Cuma kerja dan keluyuruan, bantu ngurus anak di rumah saja nggak pernah,” ungkapnya.

Tapi, Tole tetap ngotot. Bahkan, menuduh Minthul istri durhaka lantaran menolak kehadiran anak. Pertengkaran pun tak bisa dihindari. Tak tahan lagi, Minthul pun memilih minggat dan membawa anak-anaknya. Ia tak tahu bakal bagaimana rumah tangganya nanti.

“Ya sudah gak kuat, mending kerja buat sendiri dan anak. Apalagi Tole juga penghasilannya gak jelas. Lebih sering buat dirinya sendiri ketimbang keluarga,” jelasnya. (eka/rf/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/