Ide Berasal dari Cerita Siswa Sakit Gigi

Keseharian siswa di sekolah masih menjadi tema utama cerita bergambar yang dibuat dalam rangka PAUD Award 2018. Salah satunya cerita bergambar yang dibuat Wulan Suci Agustiningsih. Ia membuat cerita bergambar tentang kesehatan gigi.

RIDHOWATI SAPUTRI, Mayangan

TAHUN ini merupakan kali pertama bagi guru Taman Kanak-kanak (TK) Dewi Sartika, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Wulan Suci Agustiningsih mengikuti PAUD Award. Lebih mengejutkan lagi, Wulan mampu masuk nominasi 15 besar untuk Kategori TK.

Kepada Jawa Pos Radar Bromo, Wulan mengaku kaget disebut masuk menjadi nominasi PAUD Award 2018. Sebab, sampai Senin (6/8) dia mengaku belum melihat langsung pengumumannya. “Saya belum tahu. Makanya saya kaget dikatakan masuk 15 nominasi. Semoga saja bisa membawa nama lembaga dengan baik,” ujarnya.

Wulan mengaku tak pernah menyangka akan masuk 15 besar. Katanya, ide gambarnya merupakan hasil diskusinya bersama sejumlah guru di TK Dewi Sartika. “Ide ini merupakan hasil diskusi dengan teman-teman guru. Terlalu banyak cerita soal cara membuang sampah yang benar. Tapi, jarang ada cerita soal masalah kesehatan gigi,” ujarnya.

Menurutnya, munculnya ide soal kesehatan gigi ini berawal dari sejumlah siswa TK Dewi Sartika yang mengalami masalah gigi dan mulut.

“Biasanya setiap Senin kami ada kegiatan pengecekan kesehatan kuku, gigi, dan mulut. Dari pemeriksaan ini ada yang sakit gigi, ada yang giginya gigis, sampai bau mulut. Setelah ditanyakan, ternyata di rumah mereka tidak dibiasakan membersihkan gigi sebelum tidur,” ujarnya.

Sebelum disusun menjadi cerita bergambar, Wulan telah berbagi cerita kepada siswanya soal kebiasaannya pada anaknya. “Anak saya dulu juga pernah bermasalah pada gigi. Tapi, setelah dibiasakan menyikat gigi, sudah tidak ada lagi keluhan seperti itu,” jelasnya.

Akhirnya, cerita ini dipilih dan diberi judul Gigiku. Wulan mengaku, tidak mengalami kesulitan untuk menggambar. “Alhamdulillah tidak kesulitan. Saya menggambar sendiri, kebetulan bisa menggambar juga. Aslinya saya kumpulkan. Yang ini karya asli saya scan terus dicetak,” ujarnya, menunjukkan kopian hasil karyanya.

Sebelum melakukan presentasi di Kantor Jawa Pos Radar Bromo, Wulan mengaku telah mempresentasikan cerita bergambarnya kepada anak didiknya. “Sebenarnya dengan cerita bergambar, siswa lebih mudah memahami, Terutama, jika berkaitan dengan cerita sehari-hari,” ujarnya. (rud)