alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Ahmari, Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan Tutup Usia

Keluarga besar Bawaslu Kabupaten Pasuruan berduka. Ahmari, ketua Bawaslu tutup usia, Senin (6/8). Ahmari yang mengembuskan napas terakhir di usia 49 tahun itu, diketahui menderita sakit 2 bulan terakhir.

RIZAL FAHMI SYATORI, Purwodadi

Rumah sederhana dengan cat warna putih itu, ramai dikunjungi pentakziah. Rumah yang terletak di utara jalan, di Dusun Kampung Baru, RT 2/RW 4, Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, itu menjadi tempat persemayaman terakhir bagi Ahmari, ketua Bawaslu setempat.

Sejak siang, sejumlah pentakziah dari berbagai kalangan terus berdatangan. Sayup-sayup terdengar suara tangis keluarga, yang tak menyangka jika almarhum secepat itu dipanggil Tuhan YME. Ahmari, yang sejak 27 Agustus lalu dilantik sebagai ketua Bawaslu (sebelumnya Panwaslih, Red) menghadap sang khalik.

Almarhum meninggal dunia sekitar pukul 09.30, saat dirawat di RS Saiful Anwar Malang. Jenazah almarhum tiba menjelang Duhur dan langsung dimandikan. “Almarhum meninggal karena sakit yang dideritanya 2 bulan terakhir. Kami semua merasa kehilangan dan berduka,” kata Khoiron, 54, kakak iparnya.

Khoiron menuturkan, almarhum disebut-sebut mengalami pecah pembuluh darah di otak. Tak hanya itu, Ahmari juga mengalami gagal ginjal dan sempat cuci darah beberapa kali. Ia sendiri kaget dengan penyakit yang diderita adik iparnya itu. Pasalnya, Ahmari tidak terlihat seperti orang sakit.

Pertama kali almarhum sakit sekitar 10 hari jelang Lebaran. Kala itu, seusai sahur ia mengalami mual dan muntah. Saat itu juga almarhum dilarikan ke RS Medika di Lawang. Kondisi almarhum yang drop, ternyata semakin parah. Sehingga, ia kemudian dirujuk ke RS Persada di Kota Malang.

Beberapa hari menjalani rawat inap, kondisi Ahmari sempat membaik. Karena itu, oleh keluarga dibawa pulang untuk menjalani rawat jalan. Sesampainya di rumah, ternyata Ahmari hanya sehari saja. Setelah itu, pria berkumis itu kembali dirawat di rumah sakit. Saat itu, ia harus menjalani operasi sebanyak dua kali.

“Pascaoperasi, almarhum kondisinya membaik dan rawat jalan di rumah sekitar dua pekan. Setelah itu, ngedrop lagi dan kembali dirawat di rumah sakit. Hingga akhirnya meninggal dunia,” terang Khoiron dengan mata berkaca-kaca.

Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Masing-masing dua laki-laki dan satu perempuan. Selama perawatan medis di rumah sakit maupun ketika sempat rawat jalan di rumah, almarhum selalu didampingi istri, anak, dan saudara secara bergantian.

Kades Sentul Sugianto mengatakan, almarhum memiliki pribadi yang baik. Ia juga peduli pada pendidikan, utamanya madrasah diniyah. Sebelum menjadi ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan, ia pernah menjadi ketua BPD di Desa Sentul. Lalu, Kaur Kesra di pemerintah Desa Sentul. Juga ketua KKM Madin dan Panwascam setempat.

“Ia meniti karir dari bawah. Karena tipikalnya adalah pekerja keras, orangnya tegas. Sebagai kades dan mewakili warga desa, merasa sangat kehilangan,” tukasnya.

Hal senada juga disampaikan M. Nasrop, kolega sekaligus sahabat korban. Ia tak menyangka Ahmari secepat itu dipanggil Tuhan. Sejak dilantik, almarhum kondisinya sehat. Bahkan, mobilitasnya tinggi. Setiap ada undangan, ia berusaha mendatanginya. Tak hanya itu, selama menjadi ketua, ia tak pernah mendengar almarhum mengeluh sakit.

“Kami keluarga besar Bawaslu Kabupaten Pasuruan berduka atas meninggalnya almarhum. Beliau orangnya baik, komitmen dan etos kerjanya tinggi. Serta, selalu aktif turun ke bawah,” imbuhnya. Selama sekitar dua bulan menderita sakit, peran almarhum digantikan Nasrop maupun Aryunani.

Sore harinya, sekitar pukul 15.15. Jasad almarhum dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) dusun setempat. Hanya berjarak sekitar 200 meter dari kediamannya atau rumah duka. (rf/mie)

Keluarga besar Bawaslu Kabupaten Pasuruan berduka. Ahmari, ketua Bawaslu tutup usia, Senin (6/8). Ahmari yang mengembuskan napas terakhir di usia 49 tahun itu, diketahui menderita sakit 2 bulan terakhir.

RIZAL FAHMI SYATORI, Purwodadi

Rumah sederhana dengan cat warna putih itu, ramai dikunjungi pentakziah. Rumah yang terletak di utara jalan, di Dusun Kampung Baru, RT 2/RW 4, Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, itu menjadi tempat persemayaman terakhir bagi Ahmari, ketua Bawaslu setempat.

Sejak siang, sejumlah pentakziah dari berbagai kalangan terus berdatangan. Sayup-sayup terdengar suara tangis keluarga, yang tak menyangka jika almarhum secepat itu dipanggil Tuhan YME. Ahmari, yang sejak 27 Agustus lalu dilantik sebagai ketua Bawaslu (sebelumnya Panwaslih, Red) menghadap sang khalik.

Almarhum meninggal dunia sekitar pukul 09.30, saat dirawat di RS Saiful Anwar Malang. Jenazah almarhum tiba menjelang Duhur dan langsung dimandikan. “Almarhum meninggal karena sakit yang dideritanya 2 bulan terakhir. Kami semua merasa kehilangan dan berduka,” kata Khoiron, 54, kakak iparnya.

Khoiron menuturkan, almarhum disebut-sebut mengalami pecah pembuluh darah di otak. Tak hanya itu, Ahmari juga mengalami gagal ginjal dan sempat cuci darah beberapa kali. Ia sendiri kaget dengan penyakit yang diderita adik iparnya itu. Pasalnya, Ahmari tidak terlihat seperti orang sakit.

Pertama kali almarhum sakit sekitar 10 hari jelang Lebaran. Kala itu, seusai sahur ia mengalami mual dan muntah. Saat itu juga almarhum dilarikan ke RS Medika di Lawang. Kondisi almarhum yang drop, ternyata semakin parah. Sehingga, ia kemudian dirujuk ke RS Persada di Kota Malang.

Beberapa hari menjalani rawat inap, kondisi Ahmari sempat membaik. Karena itu, oleh keluarga dibawa pulang untuk menjalani rawat jalan. Sesampainya di rumah, ternyata Ahmari hanya sehari saja. Setelah itu, pria berkumis itu kembali dirawat di rumah sakit. Saat itu, ia harus menjalani operasi sebanyak dua kali.

“Pascaoperasi, almarhum kondisinya membaik dan rawat jalan di rumah sekitar dua pekan. Setelah itu, ngedrop lagi dan kembali dirawat di rumah sakit. Hingga akhirnya meninggal dunia,” terang Khoiron dengan mata berkaca-kaca.

Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Masing-masing dua laki-laki dan satu perempuan. Selama perawatan medis di rumah sakit maupun ketika sempat rawat jalan di rumah, almarhum selalu didampingi istri, anak, dan saudara secara bergantian.

Kades Sentul Sugianto mengatakan, almarhum memiliki pribadi yang baik. Ia juga peduli pada pendidikan, utamanya madrasah diniyah. Sebelum menjadi ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan, ia pernah menjadi ketua BPD di Desa Sentul. Lalu, Kaur Kesra di pemerintah Desa Sentul. Juga ketua KKM Madin dan Panwascam setempat.

“Ia meniti karir dari bawah. Karena tipikalnya adalah pekerja keras, orangnya tegas. Sebagai kades dan mewakili warga desa, merasa sangat kehilangan,” tukasnya.

Hal senada juga disampaikan M. Nasrop, kolega sekaligus sahabat korban. Ia tak menyangka Ahmari secepat itu dipanggil Tuhan. Sejak dilantik, almarhum kondisinya sehat. Bahkan, mobilitasnya tinggi. Setiap ada undangan, ia berusaha mendatanginya. Tak hanya itu, selama menjadi ketua, ia tak pernah mendengar almarhum mengeluh sakit.

“Kami keluarga besar Bawaslu Kabupaten Pasuruan berduka atas meninggalnya almarhum. Beliau orangnya baik, komitmen dan etos kerjanya tinggi. Serta, selalu aktif turun ke bawah,” imbuhnya. Selama sekitar dua bulan menderita sakit, peran almarhum digantikan Nasrop maupun Aryunani.

Sore harinya, sekitar pukul 15.15. Jasad almarhum dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) dusun setempat. Hanya berjarak sekitar 200 meter dari kediamannya atau rumah duka. (rf/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/