29.8 C
Probolinggo
Tuesday, May 30, 2023

Bupati Probolinggo Bagikan Sembako ke Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

SUKAPURA, Radar Bromo – Tim Satgas Ekonomi Kabupaten Probolinggo terus mendata warga yang terdampak pandemi virus korona. Hingga Senin (6/4), tercatat ada hampir 10 ribu orang yang terdampak dan berhak menerima bantuan sosial (bansos) sembako.

Bahkan, kemarin Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana menyosialisasikan dan menyerahkan langsung bansos sembako itu ke warga yang terdampak. Seperti di Kecamatan Wonomerto. Di lokasi ini Bupati menyerahkan bantuan kepada para pedagang Pasar Patalan yang berhak menerima bansos sembako tersebut.

Kemudian, Bupati dua periode itu lanjut serahkan bansos sembako ke kawasan Bromo. Di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura itu, PKL (pedagang kaki lima), pelaku jasa kuda dan semua pelaku jasa wisata yang terdampak pandemi korona, mendapatkan bansos sembako. Setidaknya, ada sekitar 1.426 orang dari sektor pariwisata yang terdampak pandemi virus korona.

Baca Juga:  Mantan Pengurus Kukuh Keberatan, KONI Jatim: Legawa Saja
Bantuan sembako ini nantinya tak hanya diberikan kepada pelaku wisata. Tapi juga dari sektor lain. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Bupati Probolinggo, Hj. P. Tantriana Sari mengatakan, pemkab membagikan bansos bagi semua masyarakat yang terdampak penerapan social distancing di Kabupaten Probolinggo. Mulai dari pelaku sektor wisata, PKL yang biasa jualan di sekolah, ataupun pedagang di pasar. Tentu bansos tersebut imbas dari pengurangan jam operasional.

”Seluruh masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, akan disiapkan bantuan sosial minimal selama 3 bulan ke depan,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Tantri menjelaskan, hingga kemarin hampir mendekati 10 ribu orang sebagai penerima bansos. Pihaknya, meminta pada semua camat dan kepala desa untuk memberikan informasi dan data warga yang terdampak penerapan social distancing. Supaya, saat ada warga yang terlewat bisa segera dikomunikasikan.

Baca Juga:  Pecobaan Pembukaan Pasar Hewan di Kab Probolinggo Bisa Ditutup Lagi Apabila Pedagang Tak Patuh

”Bantuan sembako mulai dari beras 10 kilogram dan kebutuhan sembako lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo, Achmad Arief saat dikonfirmasi mengatakan, proses pengkajian, penghitungan dan pendataan masyarakat yang terdampak pandemi korona, terus berjalan. Untuk tahap awal, ada sekitar 10 ribu orang yang terdampak pandemi virus korona dan berhak menerima bansos.

”Angka ini terus bergerak. Belum lagi dari sektor pertanian, perikanan, transportasi dan lainnya,” ungkapnya. (mas/fun)

SUKAPURA, Radar Bromo – Tim Satgas Ekonomi Kabupaten Probolinggo terus mendata warga yang terdampak pandemi virus korona. Hingga Senin (6/4), tercatat ada hampir 10 ribu orang yang terdampak dan berhak menerima bantuan sosial (bansos) sembako.

Bahkan, kemarin Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana menyosialisasikan dan menyerahkan langsung bansos sembako itu ke warga yang terdampak. Seperti di Kecamatan Wonomerto. Di lokasi ini Bupati menyerahkan bantuan kepada para pedagang Pasar Patalan yang berhak menerima bansos sembako tersebut.

Kemudian, Bupati dua periode itu lanjut serahkan bansos sembako ke kawasan Bromo. Di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura itu, PKL (pedagang kaki lima), pelaku jasa kuda dan semua pelaku jasa wisata yang terdampak pandemi korona, mendapatkan bansos sembako. Setidaknya, ada sekitar 1.426 orang dari sektor pariwisata yang terdampak pandemi virus korona.

Baca Juga:  Wakili Sekolah setelah Lulus Seleksi
Bantuan sembako ini nantinya tak hanya diberikan kepada pelaku wisata. Tapi juga dari sektor lain. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Bupati Probolinggo, Hj. P. Tantriana Sari mengatakan, pemkab membagikan bansos bagi semua masyarakat yang terdampak penerapan social distancing di Kabupaten Probolinggo. Mulai dari pelaku sektor wisata, PKL yang biasa jualan di sekolah, ataupun pedagang di pasar. Tentu bansos tersebut imbas dari pengurangan jam operasional.

”Seluruh masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, akan disiapkan bantuan sosial minimal selama 3 bulan ke depan,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Tantri menjelaskan, hingga kemarin hampir mendekati 10 ribu orang sebagai penerima bansos. Pihaknya, meminta pada semua camat dan kepala desa untuk memberikan informasi dan data warga yang terdampak penerapan social distancing. Supaya, saat ada warga yang terlewat bisa segera dikomunikasikan.

Baca Juga:  Kembali Temukan Runtuhan Batu Candi dengan Relief di Candi Keboireng

”Bantuan sembako mulai dari beras 10 kilogram dan kebutuhan sembako lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo, Achmad Arief saat dikonfirmasi mengatakan, proses pengkajian, penghitungan dan pendataan masyarakat yang terdampak pandemi korona, terus berjalan. Untuk tahap awal, ada sekitar 10 ribu orang yang terdampak pandemi virus korona dan berhak menerima bansos.

”Angka ini terus bergerak. Belum lagi dari sektor pertanian, perikanan, transportasi dan lainnya,” ungkapnya. (mas/fun)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru