alexametrics
32.3 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Polisi Telusuri Pelaku Lain Pembuat Ikan Asin Berformalin

PASURUAN, Radar Bromo – Tertangkapnya tengkulak ikan asin dan pemasok formalin menjadi pintu masuk bagi kepolisian untuk membongkar kasus serupa. Ditengarai, ada pelaku lain yang juga menerapkan bisnis culas itu.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander memastikan akan mendalami keterangan dua tersangka. Yakni, Ayub Robit dan Suwandi. “Penyelidikan tidak akan berhenti sampai di sini,” ungkap dia.

Pihaknya mengaku akan mengembangkan kasus itu. Apalagi, baru kali ini diketahui adanya ikan asin berformalin yang diproduksi di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

“Kami akan melakukan pengembangan terhadap oknum-oknum lain,” ujar perwira polisi dengan dua melati di bahunya itu.

Ia menilai, ikan asin berformalin sangat merugikan masyarakat. Apalagi jika dikonsumsi secara terus-menerus. Dampaknya akan sangat buruk terhadap kesehatan. Baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. “Semua informasi dari masyarakat akan ditindaklanjuti,” paparnya.

Dony juga menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi pemerintah guna menekan peredaran bahan pangan berbahaya. “Kami terus berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk meminimalisasi peredaran ikan mengandung formalin,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi menggagalkan pengiriman 2,5 ton ikan asin berformalin yang diproduksi Ayub Robit, tengkulak asal Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Selain Robit, polisi juga mencokok Suwandi yang memasok bahan kimia formalin dari Tuban.

Robit sendiri mencampur rendaman air garam dengan formalin karena faktor cuaca. Sebab, di musim hujan dirinya terkendala saat penjemuran, sehingga ikan asin bisa cepat membusuk.

Dengan kandungan formalin, kata Robit, kualitas ikan asin yang diedarkan bisa tahan lama. “Campurannya kalau 2 ton ini perlu (formalin) setengah kilogram,” pungkasnya. (tom/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pura-pura Bertamu Lalu Curi Uang, Pelakunya Wanita Berpakaian Muslimah

Usia pelakudiperkirakan 30 sampai 40 tahun, fisiknya gemuk dengan make up wajah tebal dan berpakaian muslimah warna merah

Rencana Normalisasi Kalimati; Sosialisasikan Uang Pengganti Rumah

Penggusuran memang menjadi pilihan saat program normalisasi Kalimati atau Bangiltak direalisasikan. Tapi, hal itu tidak akan dilakukan serta merta tanpa solusi bagi warga.

Ini Kata Misbakhun tentang UU Ciptaker, Disebut Justru Pro Rakyat

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun, menepis isu miring mengenai UU Cipta Kerja.

Dewan Sebut Pemilik Usaha yang Cemarkan Kaliputih Harus Disanksi

Komisi 3 DPRD Kabupaten Pasuruan, mendesak kasus ini terus diselidiki dan pemilih usaha harus disanksi tegas.

BSU Pekerja Gelombang 2 Pasuruan-Probolinggo Cair Mulai November

Pencairan gelombang pertama sudah dicairkan sebesar Rp 1,2 juta sejak pertengahan Agustus sampai Oktober ini.