Kaji Keamanan Seruni Point dan Air Terjun Guyangan usai Ada Insiden Kecelakaan Wisatawan

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo memandang perlu membuat kajian keamanan di lokasi wisata. Menyusul dua kecelakaan pada wisatawan yang terjadi seminggu terakhir di dua lokasi wisata di kabupaten setempat.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto menegaskan, pihaknya akan mengkaji keamanan di lokasi wisata di kabupaten. Sehingga, tidak terjadi lagi kecelakaan serupa.

“Ini belum seminggu sudah ada dua kali kecelakaan di lokasi wisata. Karena itu, peristiwa itu akan kami gunakan sebagai bahan dalam mengkaji keamanan di destinasi wisata,” katanya.

Memang terjadi dua kecelakaan di lokasi wisata selama seminggu terakhir. Pada 27 Februari, wisatawan asal Rusia, Monetaev Poletaev, 33, terjatuh dari ketinggian 180 sentimeter. Ia terjatuh karena naik dan turun dari Penanjakan I Pasuruan melalui jalan tak biasa. Akibatnya, ia mengalami luka serius di bagian kepala dan patah kaki kanan.

ALAMI: Wisatawan menikmati air terjun Guyangan. Di lokasi air terjun ini juga sempat terjadi insiden kecelakaan pengunjung. (Foto: Dok. Radar Bromo)

 

Selanjutnya, Rabu (4/3), Febri Yandinur Orsalbadat, 19, asal Kalimantan Timur, tenggelam di air terjun Guyangan, Krucil. Ia ditemukan tewas 12 jam kemudian sekitar satu meter dari tempatnya tenggelam.

Rencananya, Disporaparbud akan memperbanyak papan larangan di lokasi wisata. Bahkan, kalau perlu pihaknya akan memagar area yang dilarang didatangi. Sehingga, wisatawan tidak melanggar.

“Di Seruni Point contohnya, ada papan larangan bagi wisatawan untuk tidak melewati jalan-jalan tertentu. Namun, tetap saja dilanggar. Lalu di Guyangan, ada titik yang dilarang mandi bagi wisatawan. Namun, tetap saja dipakai mandi,” tuturnya.

Ke depan, di kedua lokasi itu akan dipasang kembali papan larangan mandi dan dilewati. Khusus di Guyangan, rencananya di sekitar air terjun akan dipasang pagar besi. Sehingga, wisatawan tidak lagi nekat mandi di air terjun.

“Ini masih kami buat kajiannya. Karena itu mohon kerja samanya demi keselamatan bersama,” tandasnya. (sid/hn/fun)