Ekskavasi Bata Gondangrejo Urung Karena Pemilik Lahan Menolak

SAAT EKSKAVASI: Tim dari BPCB Jatim saat melakukan pengecekan di lokasi temuan benda diduga bangunan candi di Dusun Sekar Krajan, Desa Gondangrejo, Kecamatan Gondangwetan. (BPCB Jatim for Radar Bromo)

Related Post

GONDANGWETAN, Radar Bromo – Rencana Disparbud Kabupaten Pasuruan melakukan ekskavasi struktur bata yang diduga berupa candi di Desa Gondangrejo, Kecamatan Gondangwetan, harus diurungkan. Sebab, pemilik lahan ditemukannya benda bersejarah itu menolak adanya ekskavasi.

Sebelumnya, Disparbud Kabupaten Pasuruan berencana akan melakukan ekskavasi mulai bulan depan. Menunggu usainya musim hujan. Namun, penggalian bata yang ditemukan tahun kemarin itu harus digagalkan.

“Ekskavasi struktur bata di Gondangrejo memang diagendakan tahun ini. Tapi, urung kami lakukan karena pemilik lahan menolak. Berapa hari lalu datang ke kantor kami,” ujar Kabid Seni dan Budaya Disparbud Kabupaten Pasuruan Nurul Hudayati, kemarin.

Karenanya, pihaknya tidak bisa memaksa untuk melakukan ekskavasi. Mengingat, lokasinya berada di atas lahan milik perseorangan. Pihaknya pun memutuskan mengalihkan kegiatan proses ekskavasi ke kompleks Candi Keboireng, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol.

Untuk kegiatan ekskavasi ini, Nurul mengaku sudah mengalokasikan sekitar Rp 20 juta dari APBD. Dana ini diperuntukkan honor pegawai dan kebutuhan lainnya di lapangan.

“Kegiatan ekskvasinya kami alihkan di Candi Keboireng, sekaligus mendukung tim dari BPCB. Mengingat potensinya masih besar untuk diteliti sekaligus ditampakkan. Lokasinya juga masih di wilayah Kabupaten Pasuruan,” ujarnya. (zal/rud/fun)