Nenek di Resongo Kuripan Dibacok Suami, Ini Penyebabnya

KURIPAN, Radar Bromo – Sumi, 43, warga Dusun Gebangan, Desa Resongo, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, harus dilarikan ke IGD RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Jumat (7/2) pagi, nenek satu cucu itu mengalami luka di kaki setelah dibacok Sak’i, 49, suaminya. Diduga kuat, Sak’i depresi.

Korban Sumi pada Jawa Pos Radar Bromo mengatakan, selama ini pelaku sering mengalami halusinasi dan depresi. Itu, terjadi sejak anaknya meninggal.

Dan dua hari lalu, gangguan kejiwaan yang dialami suaminya kambuh. Suaminya marah-marah tanpa sebab. Namun, kondisi itu berangsur membaik. Kamis (6/2), kondisi suaminya kembali seperti biasa.

“Semalam (Kamis malam, Red.) suami saya sudah membaik. Saya dan suami ngobrol dan dia baik-baik saja,” kata Sumi, saat ditemui di IGD RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo.

Lalu Jumat pagi, nenek yang memiliki dua anak dan satu cucu itu mencari rumput bersama suaminya. Hal itu sudah biasa mereka lakukan.

Sekitar pukul 07.30, entah kenapa tiba-tiba depresi suaminya kambuh. Tiba-tiba suaminya mendekat dan membacokkan celurit yang dipegangnya pada dirinya. Bacokan itu mengenai kaki kirinya.

”Saya kaget melihat kaki keluar darah. Saya tidak jatuh karena pegangan ke pohon sengon. Saya teriak-teriak minta tolong, tidak ada yang dengar awalnya,” terangnya.

Sesaat setelah membacok dirinya, pelaku langsung pergi. Tinggal Sumi sendirian berteriak minta tolong. Dia bingung dengan luka bacok di kakinya.

”Suami saya langsung kabur. Saya lantas lari ke rumah Pak Kampung. Saya dibantu warga kemudian dibawa ke rumah sakit ini,” ujarnya.

Kapolsek Kuripan AKP Kusmidi saat dikonfirmasi membenarkan penganiayaan yang dilakukan suami pada istrinya. Pihaknya pun sudah mengamankan Sak’i yang merupakan pelaku penganiayaan. Namun, karena kasus penganiayaan itu masuk KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), pelaku diserahkan ke unit PPA Polres Probolinggo untuk penyelidikan lebih lanjut.

”Terkait pelaku disebut-sebut depresi, itu didalami oleh unit PPA Polres. Karena kasus KDRT, masuk ranah unit PPA. Ini pelaku diserahkan pada unit PPA,” katanya. (mas/hn)