alexametrics
30 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Kades Jabung Candi Dituntut 2 Tahun, Pengacaranya Bakal Ajukan Pembelaan

KRAKSAAN, Radar Bromo– Terdakwa Ahmad Haris, Kades Jabung Candi yang terjerat kasus penyalahgunaan wewenang, dituntut 2 tahun penjara. Dalam sidang yang digelar di pengadilan Tipiikor, Senin (3/2) lalu, dia juga diminta membayar denda Rp 50 juta subside 1 tahun penjara.

Novan Basuki, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo mengatakan, terdakwa disangkakan dengan sengaja melanggar Undang Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pasar 12e Sub Pasal 13. Menurut Novan, Ahmad Haris terbukti melakukan tindak pidana selama persidangan.

Terdakwa melanggar pasal 12 huruf e, yakni pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.

“Karena itu, terdakwa dianggap telah menerima suap dari hasil jual beli tanah,” kata Novan.

Atas tuntutan tersebut, Mustadji selaku penasihat hukum Ahmad Haris, merasa keberatan. Menurutnya, tidak selayaknya terdakwa dituntut demikian. “Klien saya tidak melakukan pungli, ” katanya.

Ia menjelaskan, uang yang diterima terdakwa dari pelapor itu adalah murni uang milik almarhum Kusnadi, pemilik awal tanah sebelum beralih ke Duralim. Itu, merupakan fee penjualan tanah yang memang dijanjikan oleh almarhum. “Itu haknya klien saya yang memang dijanjikan sama almarhum. Karena itu, kami akan menyiapkan pledoi untuk pembelaan pada sidang berikutnya.” ungkapnya.

Seperti diberitakan,  Ahmad Haris, kades Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Probolinggo. Itu, setelah dia meminta sejumlah uang dari hasil jual beli tanah yang dilakukan bawahannya. Total uang yang diminta yaitu berjumlah sekitar Rp 120 juta. Karena tidak terima akan hal itu, korban melaporkan kepada pihak kepolisian. Karena perbuatannya itu, Haris dijerat dengan pasal tindak pidana korupsi.(sid/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo– Terdakwa Ahmad Haris, Kades Jabung Candi yang terjerat kasus penyalahgunaan wewenang, dituntut 2 tahun penjara. Dalam sidang yang digelar di pengadilan Tipiikor, Senin (3/2) lalu, dia juga diminta membayar denda Rp 50 juta subside 1 tahun penjara.

Novan Basuki, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo mengatakan, terdakwa disangkakan dengan sengaja melanggar Undang Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pasar 12e Sub Pasal 13. Menurut Novan, Ahmad Haris terbukti melakukan tindak pidana selama persidangan.

Terdakwa melanggar pasal 12 huruf e, yakni pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.

“Karena itu, terdakwa dianggap telah menerima suap dari hasil jual beli tanah,” kata Novan.

Atas tuntutan tersebut, Mustadji selaku penasihat hukum Ahmad Haris, merasa keberatan. Menurutnya, tidak selayaknya terdakwa dituntut demikian. “Klien saya tidak melakukan pungli, ” katanya.

Ia menjelaskan, uang yang diterima terdakwa dari pelapor itu adalah murni uang milik almarhum Kusnadi, pemilik awal tanah sebelum beralih ke Duralim. Itu, merupakan fee penjualan tanah yang memang dijanjikan oleh almarhum. “Itu haknya klien saya yang memang dijanjikan sama almarhum. Karena itu, kami akan menyiapkan pledoi untuk pembelaan pada sidang berikutnya.” ungkapnya.

Seperti diberitakan,  Ahmad Haris, kades Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Probolinggo. Itu, setelah dia meminta sejumlah uang dari hasil jual beli tanah yang dilakukan bawahannya. Total uang yang diminta yaitu berjumlah sekitar Rp 120 juta. Karena tidak terima akan hal itu, korban melaporkan kepada pihak kepolisian. Karena perbuatannya itu, Haris dijerat dengan pasal tindak pidana korupsi.(sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/