Begini Upaya Pemkab Probolinggo Kolaborasikan Batik dan Destinasi Wisata

CIRI KHAS: Tiga model memakai batik Kabupaten Probolinggo dengan latar belakang Bromo di Seruni Point, Minggu (6/1). Langkah itu adalah untuk mengangkat batik dan wisata di Probolinggo. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PROBOLINGGO – Upaya promosi wisata dan hasil kerajinan daerah digencarkan Pemkab Probolinggo. Bahkan, langkah itu dilakukan dengan mengolaborasikan destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo dengan batik kreasi daerah setempat.

CANTIK: Ajang ini ditujukan untuk persiapan di Hongkong Fashion Week. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Minggu (6/1), dengan menggandeng Lia Afif, fashion designer dari Jakarta, pemkab memulainya dengan pengambilan foto model mengenakan batik di Seruni Point. Sebuah kolaborasi yang ingin mengenalkan ciri khas Kabupaten Probolinggo.

Menurut Lia Afif, sesungguhnya batik Kabupaten Probolinggo masih tergolong baru dalam dunia fashion, dikembangkan sejak tahun 2013. Saat ini telah menghasilkan belasan perajin batik Kabupaten Probolinggo. Energi positif di awal tahun 2019 inilah yang mengantarkanya ke Hongkong Fashion Week pada 14-17 Januari 2019. Perempuan yang akrab disapa Lia itu nantinya akan membawa batik Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, ada beberapa visi-misi dan cara pandangnya sebagai seorang fashion designer dengan Bupati Probolinggo Tantriana Sari, dalam beberapa dialog dan diskusi menghasilkan kesepahaman dan kolaborasi. Di antaranya, Lia Afif mengembangkan karya terbaik dari bahan perajin batik Kabupaten Probolinggo, sementara Pemkab Probolinggo memberikan dukungan operasionalnya dalam salah satu upaya mengembangkan City Branding Endless Probolinggo.

“Rencananya, sebanyak 20 karya busana muslim terbaik disiapkan dalam event peragaan busana Hongkong Fashion Week 2019. Rinciannya, 6 koleksi untuk peragaan busana, sedangkan 14 koleksi lainnya untuk pameran yang dikunjungi para pedagang besar (buyer). Harapannya, dapat memesan koleksi Excite Tangerine dan nantinya akan meningkatkan produksi serta nilai jual batik Kabupaten Probolinggo secara nasional hingga mancanegara,” bebernya pada saat sesi pengambilan gambar di puncak Seruni Point.

Desainer busana muslim yang sangat perhatian pada kelestarian dan perkembangan karya perajin Indonesia itu menambahkan, misinya yakni menjadikan Indonesia sebagai kiblat fashion busana muslim dunia pada tahun 2020 yang merupakan program nasional. “Kami mengusung tema Excite Tangerine dengan membawa batik karya perajin batik Kabupaten Probolinggo ini menggambarkan munculnya warna-warna tangerine. Excite diambil dari kata berbahasa Inggris yang maknanya memunculkan atau membangkitkan dengan gembira atau semangat. Tangerine juga dari bahasa Inggris yang merupakan padanan dari oranye, sebuah gradasi warna yang mewakili musim gugur yang menjadi tema dari Hongkong Fashion Week 2019,” ujarnya.

Soal sesi pemotretan di Seruni Point, Lia menyebutkan, itu merupakan rangkaian persiapan menuju Hongkong Fashion Week. Tiga orang model yang memperagakan busana-busana karya Lia Afif di Plaza Puncak Seruni Point, juga mengambil kekhasan Kabupaten Probolinggo. Seperti Rumah Adat Tengger dan beberapa tempat lain yang mengangkat pesona alam Kabupaten Probolinggo.

Hal senada juga diungkapkan oleh Plt Kadisporaparbud Kabupaten Probolinggo Tatok Krismarhento. Dia mengungkapkan bahwa dipilihnya lokasi Seruni Point dengan tujuan untuk mengenalkan kepada dunia tentang destinasi wisata tersebut. Mengingat Bromo masuk 10 Kawasan Stategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Paling tidak Gunung Bromo dengan pesonanya itu mampu dikenal lebih baik lagi di kancah dunia. Sehingga, dapat mengerek wisatawan mancanegara,” pungkasnya. (rpd/fun)