alexametrics
32.3 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Kurir SS asal Randupitu Ini Teriaki Polisi Maling saat Mau Ditangkap

BANGIL, Radar Bromo– Hasil dari buruh tani yang tak menentu, membuat M. As’ari, warga Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, mencari usaha tambahan. Namun sayang, usaha yang dirintis lelaki 31 tahun tersebut bertentangan dengan hukum.

Ia nekat menambah penghasilannya dengan cara menjadi kurir narkoba. Gara-gara itulah, ia pun kini harus meringkuk di penjara.

Ia ditangkap anggota Satresnarkoba Polres Pasuruan, Rabu (20/11) sore. Ketika itu, ia sedang menunggu pemesan barang di tepi jalan Randupitu, Kecamatan Gempol. Kebetulan, ia menerima pesanan sabu-sabu.

“Kami memeroleh informasi atas rencana transaksi itu. Kami bergerak untuk melakukan penelusuran,” jelas Iptu Sugeng Prayitno, kasatresnarkoba Polres Pasuruan.

Dalam penyelidikan itulah, petugas mendapati tersangka di tepi jalan. Beberapa menit pemantauan dilakukan, petugas kemudian melakukan pendekatan dan pemeriksaan. Hasilnya, petugas mendapati sejumlah barang bukti menguatkan untuk menyeret tersangka ke penjara.

“Tersangka kami amankan di tepi jalan sekitar pukul 15.30. Ada beberapa barang bukti yang kami temukan,” sampainya.

Selain sabu-sabu sebanyak 1,37 gram, petugas juga mengamankan barang bukti lain berupa handphone. Atas temuan itulah, petugas kemudian menggiringnya ke Mapolres Pasuruan untuk penyidikan.

Proses penangkapannya pun tak mudah. “Tersangka ini sempat meneriaki anggota kami maling. Warga pun sempat ngepung. Untung, petugas menjelaskan kalau polisi dan pelaku adalah kurir sabu,” jelasnya.

Kepada petugas, tersangka tak memungkiri dengan apa yang dilalukannya. Ia sudah melakoni bisnis haram itu beberapa bulan terakhir. Alasannya, untuk menambah penghasilan.

Gara-gara ulahnya itulah, tersangka disangkakan melanggar pasal 112 jo pasal 114 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya, 10 tahun penjara. (one/mie)

 

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Jembatan Kedungasem Dibangun, Jalan Nasional Ditutup 8 Bulan  

Ditargetkan pertengahan November 2020, kontrak pengerjaan pembangunan jembatan yang fondasinya ambrol tersebut bisa dimulai.

Usulan Tambahan Pupuk Subsidi Tunggu Kejelasan Realokasi Provinsi    

BANGIL, Radar Bromo–Masuk akhir Oktober, kuota sisa pupuk bersubsidi urea di Kabupaten Pasuruan tersisa 8 ribu ton. Saat ini Dinas Pertanian masih menunggu instruksi...

Pencairan DBHCHT di Kab Pasuruan Tersisa Rp 36 Miliar  

Sampai akhir Oktober ini, DBHCHT yang sudah masuk ke kabupaten setempat mencapai Rp 146 Miliar.

Muncul Banyak Pedagang Dadakan, Satpol PP Belum Bisa Usir Paksa

Mendekati Maulid Nabi, jumlah pedagang semakin banyak. Bahkan, tak sedikit yang lapaknya memakan bahu jalan dan membuat tenda semi permanen.

Mahasiswi asal Lumajang Polisikan Eeks Pacar usai Dianiaya-HP-nya Dirampas

Korban menjalin hubungan asmara dengan RV selama 3 tahun.